Selasa, 16 Maret 2010

FinDing the FaDinG SMilE

FinDing the FaDinG SMilE

Mataku terhenti pada sosok seorang pria yang duduk di sebuah bangku taman, ia menatap langit dan mengangkat tangan kanannya yang seolah-olah ingin menangkap cahaya matahari yang menembus diantara jari jemarinya yang indah. Ia mengambil sebuah pinsil dan mulai membuat sebuah goresan di bukunya. Dia duduk di bangku itu sejak sejam yang lalu dan begitu pula dengan aku. Semenjak satu jam yang lalu aku duduk di bangku taman yang sama yang selalu aku tempati setiap minggu pagi. Orang-orang di rumah ku mengira aku sedang ketagihan berolahraga tapi nyatanya aku justru ketagihan memandang wajah seorang pria yang bahkan namanya pun tidak kuketahui. Aneh memang, aku sendiri pun heran dengan sikap ku, sebelumnya aku tidak pernah begitu tertarik dengan seorang pria. Deg!! Tiba-tiba Jantungku kembali berdebar kencang begitu sesungging senyum muncul di wajahnya. AH.. aku ingat! senyum itu lah yang membuatku seperti ini, ya ya ya mungkin aku aneh karena menyukai seseorang hanya berdasarkan senyum, padahal ia juga tidak pernah sekalipun tersenyum padaku tapi aku merasa begitu terhanyut dengan senyuman itu, namun aku kembali merasakan kekecewaan dalam senyum pria itu, entah mengapa aku selalu merasa senyum pria itu tak lagi sama dengan senyum yang pertama kali kulihat dari wajahnya. Pria itu kemudian mulai membereskan peralatannya, namun tiba-tiba angin berhembus kencang dan menerbangkan selembar kertas dari bukunya. Kertas itu melayang ke udara dan menuju ke arahku atau lebih tepatnya menuju kolam di sebelahku. Dengan kepanikan yang melanda otakku akhirnya tanpa pikir panjang aku mengorbankan tubuhku sendiri untuk menyelamatkan selembar kertas itu.
“Byur!!!!!!!!”
Sepertiga air kolam pun menyembur keluar saat tubuhku tercebur ke dalam kolam dan seketika itu pula orang-orang yang berada di sekitar kolam itu kaget dan menatapku dengan pandangan heran. Aku pun tersadar dengan tindakan konyol yang baru saja aku lakukan, aku melihat bajuku yang basah kuyup dari ujung kaki hingga ujung kepala kemudian yang lebih konyol aku justru masih sempat-sempatnya mengkhawatirkan kondisi kertas yang ku pegang dengan erat.
“ gwenchana?” tanya seorang pria sambil mengulurkan tangannya padaku.
Aku mendongak kearah pria itu, dan pria itu kemudian tersenyum padaku. Seketika itu juga badanku membeku karena pesonanya.
***
“Kau ini memang wanita yang unik ya..” ucapnya sambil tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
“ Aku pikir itu kertas penting.. aku tidak tahu kalau ternyata itu hanyalah selembar kertas kosong..” ucapku lemas. “Hatchii!!”
“ wah bisa-bisa kau masuk angin nih..”Ucapnya, kemudian ia bangkit dari duduknya “ Jiwon-ssie, kau suka teh lemon tidak?”
“A..i.iya..”
“ Baiklah, tunggu sebentar ya.”, ia pun kemudian berlari meninggalkan aku yang masih bersin-bersin.
Setelah ia menjauh pergi, aku tak henti-hentinya tersenyum. Aku rasa kejadian tadi sepadan dengan apa yang telah aku dapatkan saat ini. Ya... meskipun aku kedinginan akibat tercebur kolam tapi akhirnya aku bisa mengetahui namanya bahkan ia baru saja memanggil namaku.
“ ini ” ucapnya sambil menyodorkan segelas teh lemon hangat padaku.
“ Ah.. gomawo Kibum-ssie .” ucapku sambil mengambil teh itu dari tangannya, ia pun kemudian duduk di sampingku. Aku meminum teh yang ia berikan, kemudian aku melirik ke arahnya, Kya!!! Aku belum pernah melihatnya sedekat ini, OMG.. mengapa semakin aku lihat dia malah semakin tampan???
Tiba-tiba Handphonenya berdering, ia pun membaca text message yang masuk ke inboxnya.
“Jiwon-ssie, aku harus pergi dulu”
“ A..Ne. tapi jaket mu bagaimana?” ucapku sambil melepaskan jaket yang dari tadi kupakai.
“Kau pakai saja.. minggu depan aku kemari lagi, tidak apa-apa kan?”
“A..Ne.” ucapku sambil mengangguk
“eHm baiklah, kalau begitu aku pergi dulu.”
***

Aku melihat jam tanganku yang telah menunjukkan jam delapan pagi, hari ini aku dan Kibum telah membuat janji untuk lari pagi bersama. Sejak pertemuan kami, kami menjadi semakin akrab tapi tentu saja ia masih tidak tahu tentang apa yang sesungguhnya aku rasakan terhadapnya, tapi tak mengapa toh aku tetap bisa berada di dekatnya kan?

Dari kejauhan Ku lihat Kibum tengah melakukan pemanasan, aku pun segera mempercepat langkah kakiku dan belum sempat aku memanggilnya tiba-tiba Kibum terpaku diam di tempatnya dan dengan wajah yang risau kemudian ia berlari dan berusaha mengejar seseorang, aku pun semakin mempercepat lariku dan ketika aku mendekat aku melihat Kibum sedang membungkuk dan meminta maaf pada seorang gadis yang tampak bingung. Setelah ia meminta maaf, Ia pun segera beranjak dari tempat itu dan menuju ke tempat semula. Kibum berjalan sambil menekuk lehernya, aku merasakan perubahan pada sorot matanya, entah mengapa mata itu seolah-olah memancarkan kesedihan yang sama sekali tak bisa ku jelaskan.
“Kibum-ssie..apa yang terjadi?” tanya ku.
Kibum menoleh kearah ku dengan kaget, jelas sekali jika sebelumnya ia sama sekali tidak sadar atas kehadiranku.
“Aniyo. Tidak ada apa-apa.” Ucapnya sambil berusaha tersenyum.
Aku ingin sekali memaksanya untuk menceritakan apa yang sesungguhnya terjadi, namun aku sadar dengan posisi dan batasan ku, aku tidak bisa dan tidak memiliki hak untuk bertanya lebih lanjut padanya, jadi aku pun memutuskan untuk duduk disampingnya dan menunggunya bicara.
“Jiwon-ssie..mianhae.. aku rasa aku harus membatalkan janji kali ini.” Ucapnya.
“Arasseo..gwenchana..”
“Gomawo, lain kali kita bertemu lagi y..” ucapnya sambil memakai tasnya, ia pun bangkit dari bangku taman dan setelah itu ia pun segera beranjak pergi.
Aku tidak tahu apa yang telah terjadi padanya dan untuk itulah aku merasa sangat penasaran. Aku berusaha membuang rasa penasaran itu dan sekarang Aku tidak tahu apakah aku harus melanjutkan rencana lari pagiku seorang diri ataukah lebih baik aku pulang ke rumah dan melanjutkan tidurku? Semua pikiran itu semakin membuatku pusing, aku pun memutuskan untuk kembali ke rumah dan ketika hendak meninggalkan tempat itu aku melihat ada sesuatu di bawah bangku taman. Begitu ku pungut ternyata benda di bawah bangku taman itu adalah selembar foto seorang gadis, aku menengok ke kiri dan ke kanan untuk mencoba mencari tahu apakah ada seseorang yang sedang kehilangan foto ini. Tapi setelah aku tunggu tak ada seorang pun yang datang, akhirnya aku kantungi foto itu dan aku pun segera pulang.
***
“Hah....Kibum tidak datang lagi..” ucapku dengan nada kecewa.
Ini adalah minggu kedua aku tidak melihatnya, terakhir aku melihatnya adalah saat ia membatalkan rencana lari pagi kami. Aku pun memutuskan untuk berolahraga sendirian. Aku berlari mengitari taman itu sebanyak tiga kali dan hasilnya tenggorokkan ku pun terasa kering kerontang, saat itu ada sebuah toko dan aku pun membeli sebotol air mineral ditempat itu. Aza!!! Dari kejauhan aku melihat Kibum berjalan kearah bangku taman yang selalu ia tempati, aku berniat untuk menghampirinya namun ekpresi wajahnya yang muram akhirnya menghentikan niatku. Aku takut ia merasa tidak nyaman jika aku menghampirinya, akhirnya aku pun hanya mengamatinya dari toko. Setelah beberapa menit, ia pun membuang sebuah benda berwarna biru ke dalam tong sampah dan segera beranjak pergi. Aku merasa sangat familiar dengan benda yang baru saja ia buang dan untuk memastikannya aku pun segera memungut benda itu.
Rasa curigaku pun tergantikan dengan kejutan yang kualami, ternyata benda yang Kibum buang adalah buku yang selalu Kibum bawa. Aku masih tidak percaya dengan tindakan yang Kibum lakukan, maksudku mengapa ia ingin membuang buku yang selama ini selalu menemaninya?
Aku pun membuka lembaran buku itu dan buku itu berisikan beberapa sketsa pemandangan yang sangat indah. Di lembar terakhir dari buku itu terdapat sebuah sketsa Kibum dengan seorang gadis yang sepertinya pernah ku lihat.
***
Aku menyandingkan foto yang kupungut beberapa hari yang lalu dengan sketsa gadis yang ada di buku milik Kibum. Yaa.. wajah yang sama, aku yakin sekali bahwa itu adalah gadis yang sama. Tiba-tiba Oppa ku menepuk kepalaku.
“Apa yang sedang kau lakukan?” tanyanya sambil duduk disampingku.
“Oppa.. menurutmu ini adalah gadis yang sama atau tidak?” tanya ku sambil menunjukkan foto dan sketsa itu.
“O.. kau dapat darimana benda-benda ini?” tanya Oppa ku terkejut.
“Ehm..aku..aku menemukannya di taman.” Ucap ku terbata, aku tidak mau Oppa ku berfikir bahwa adiknya ini memiliki kebiasaan memungut barang orang lain.
“Ini adalah Song Gyuri.. dia adalah teman SMA ku, dan pria ini adalah kekasihnya.. ehm..kalau tidak salah namanya adalah Kibum” Ucap Oppa ku sambil menyerahkan foto dan buku itu padaku.
Aku terdiam setelah mendengar ucapan Oppaku. Selama ini aku tidak mengetahui bahwa Kibum telah memiliki seseorang yang ia sukai dan tanpa tahu apa-apa hari demi hari rasa suka ku padanya justru terus bertumbuh, aku begitu menyukainya hingga hati ini begitu sakit hingga aku tak bisa berkata apapun. Saat ini aku sungguh ingin menangis, menangis dan berteriak sekencang mungkin. Apa yang harus aku lakukan dengan perasaan ini? Bagaimana cara agar aku dapat menghentikan rasa suka ini?
Tepat sebelum aku menjatuhkan airmataku tiba-tiba Sungmin Oppa yang merupakan sahabat baik Oppa ku datang dengan membawa gitarnya.
“Hei Siwon! Kau lupa kalau hari ini latihan kita dimajukan sejam?”
“Ah..benar! Baiklah, aku ambil peralatan ku dulu ya” Ucap Oppa ku sambil bergegas menuju kamarnya.
“ Ah! Itu kan foto Song Gyuri..” ucap Sungmin Oppa.
“ Oppa mengenalnya?”
“Ya..hah.. aku jadi tidak tega mengingat nasib Gyuri dan Kibum.”
“ Maksud oppa? Apa yang terjadi antara Gyuri-ssie dan Kibum-ssie?”
Sungmin Oppa pun duduk disamping ku dan mulai menceritakan apa yang terjadi antara Gyuri dan Kibum . Aku tidak tahu bagaimana ekspresi wajahku saat mendengar penjelasan Sungmin Oppa, yang jelas Aku merasakan rasa sesak menyergap diriku, dan aku pun tak mampu lagi mendengar penjelasan Sungmin Oppa.
“Jiwon ah.. kau tak apa-apa?” ucap Sungmin oppa sambil mengguncangkan tubuhku.
Aku melihat kekhawatiran di wajah Sungmin, aku tidak mengerti mengapa ia menatap cemas padaku hingga akhirnya aku sadar bahwa airmataku mengalir dari kedua pelupuk mataku.
“Jiwon..”
“ Oppa..bisakah kau membantuku mencari Song Gyuri?” pintaku pelan.
***
Beberapa hari kemudian..
Aku menatap seorang gadis yang terduduk lemah diatas sebuah kursi roda. Wajahnya yang pucat masih bisa memancarkan senyum yang hangat ketika Sungmin Oppa menghampiri gadis itu. Setelah Sungmin Oppa menyapanya, gadis itu pun menoleh ke arahku dan tersenyum.
Setelah memperkenalkan aku padanya, Sungmin Oppa pun meninggalkan kami berdua agar kami bisa bicara dengan lebih leluasa.
“ Jadi apa yang ingin kau tanyakan padaku?” tanyanya sambil tersenyum.
“ ehm..mungkin aku ini lancang.. tapi..”
Gyuri menangkap rasa gugupku, ia pun segera menggenggam tanganku. “tidak apa-apa katakan saja..”
Aku tersenyum pada gadis yang ada dihadapanku itu, ia begitu ringkih namun senyumnya mampu memberikan kenyamanan dan kehangatan bagi orang-orang yang melihatnya. Sejenak aku pun merasakan kelegaan pada diriku, aku merasa lega mengetahui Kibum menyukai gadis sepertinya.
“ Gyuri-ssie..bisakah kau kembali pada Kibum?”
Gyuri melepaskan tangannya, ia pun segera menggenggam tangannya sendiri, ia tertunduk dan berusaha tetap tersenyum. “ aku tidak mungkin kembali kesisinya..”
“Kenapa? Kibum masih setia menunggumu.. ia masih sering menghabiskan waktunya di taman itu..Kibum..” aku menghentikan ucapanku ketika aku melihat tetesan airmata jatuh di pipinya.“Gyu..Gyuri-ssie..” ucapku panik.
Gyuri pun buru-buru menghapus air matanya.
“ Gyuri-ssie...apa yang paling kau sukai dari Kibum?”
Gyuri menatapku dengan heran dan ia pun seolah menyelam ke masa lalunya. “Senyumnya...Aku tidak pernah melihat senyum yang lebih indah dari miliknya ” ucapnya.
“Gyuri-ssie.. tahukah kau kalau aku juga menyukai senyumnya? Tapi sayangnya aku tidak pernah melihat senyum itu lagi..”
Gyuri pun semakin menundukkan kepalanya, kemudian ia pun tak mampu lagi menahan air matanya. “ aku tahu... aku tahu..” ucapnya sambil terisak.
“ Kalau kau tahu..kenapa kau masih tetap bersikeras untuk meninggalkannya?”
“Karena...karena jika aku tetap bersamanya.. aku pasti akan selalu merasa bersalah padanya..merasa bersalah karena membuatnya tersenyum meskipun hatinya begitu perih..aku tak bisa melihatnya seperti itu.. akan lebih baik jika aku menghilang darinya.. saat ini mungkin ia akan terluka olehku.. tapi itu akan lebih baik daripada membiarkannya menderita karena melihatku yang semakin mendekati kematian.. akan lebih baik untuknya jika aku ..”
Gyuri tak mampu berkata apa-apa lagi, ia menangis terisak dan aku pun bisa merasakan kepahitan yang ia alami.
“ Gyuri-ssie..tidakkah kau berfikir bahwa Kibum akan lebih sengsara jika kau tiba-tiba menghilang begitu saja? Kepercayaan dirinya pasti lambat laun akan musnah.. ia akan berfikir bahwa ia adalah seorang pria tidak berguna. yang tidak sanggup menjadi penopang bagi kekasihnya sendiri...”
Gyuri hanya terdiam mendengar ucapanku, kemudian seorang perawat pun datang dan membawanya kembali ke kamar pasien
“Gyuri-ssie!! Kibum pasti akan lebih bahagia jika ia tetap disisimu sampai akhir!!” teriakku dengan mata yang berkaca-kaca, Sungmin Oppa pun segera menghampiriku dan memeluk tubuhku dengan erat.
“ Jiwon..kau sudah melakukan yang terbaik..” ucapnya sambil mengelus rambutku.
“ aku tidak bisa membawa Gyuri kembali padanya Oppa..Aku tidak akan bisa menemukan senyumannya lagi..” ucapku terisak.
***
Hari Minggu datang kembali.. aku tidak ingin pergi ke taman dan bertemu dengan Kibum, tapi buku biru yang tergeletak di atas mejaku begitu mengusikku dan akhirnya aku pun pergi ke taman untuk menemuinya.
“Oh..Jiwon-ssie.. sudah lama kita tak bertemu ” Ucapnya sambil menggeser tempat duduknya untukku.
“ Kibum.. aku.. aku punya suatu hal yang harus aku bicarakan..”
“Apa? Katakan saja..”
Aku pun menyerahkan buku biru yang dulu ia buang, di dalamnya aku menyelipkan foto Gyuri yang aku temukan dibawah bangku taman. Dan benar seperti perkiraanku, ia sangat terkejut ketika melihat kedua benda yang baru saja aku berikan.
“ Kibum-ssie.. sebenarnya aku pernah menemui Song Gyuri ”
“ Kau? Dari mana kau tahu tentang Gyuri?”
“ Mianhae.. aku bukan bermaksud ikut campur..”
“ Dimana kau menemuinya? Bagaimana keadaannya? ”
“ Aku menemuinya di rumah sakit di kawasan Ilsan.. saat aku menemuinya dia terlihat lemah..tetapi ia sungguh terlihat cantik dan kuat ketika tersenyum..”
Kibum tersenyum mendengar ucapanku, Ia terlihat sangat lega begitu mendengar kabar Gyuri. Matanya berkaca-kaca dan aku tahu ia berusaha keras untuk menahan airmatanya, aku menepuk punggungnya dengan lembut dan mencoba menenangkannnya. Ia pun tersenyum padaku dan air matanya pun terjatuh. Hari ini pertama kalinya aku melihat Kibum menangis, aku pun menariknya dalam pelukanku. Kibum terisak sambil memelukku erat, aku pun ikut menangis bersamanya. Aku menangis seakan-akan aku mampu merasakan kepedihannya. Aku sangat menyesal karena tidak mampu membawa gadis itu kembali padanya, aku sangat menyesal tidak mampu berbuat apapun untuknya.
Tiba-tiba aku melihat Sungmin Oppa menuju kearahku, senyumku langsung mengembang ketika mengetahui Sungmin Oppa datang bersama dengan seorang gadis.
“ Gyuri-ssie!!!!!!”
***
Aku dan Sungmin Oppa pamit dan meninggalkan mereka berdua. Di perjalanan pulang tiba-tiba Sungmin Oppa menepuk kepalaku dan ia pun merangkul bahuku.
“ Wah.. Kau wanita paling cantik yang pernah Oppa temui Jiwon...”
“Maksud Oppa?”
“Aku merasa sangat bangga padamu..Kau sangat menyukai Kibum, tapi kau justru sangat berusaha keras agar ia dapat bersama dengan gadis lain”
Aku tersenyum mendengar perkataan Sungmin Oppa. Aku sendiri terkejut dengan apa yang telah kulakukan dan perlahan aku pun merasakan kebanggaan pada diriku sendiri... Aku pun teringat dengan sebuah ungkapan yang berbunyi “ Mencintai tidak berarti Harus memiliki”, aku rasa kini aku mengetahui makna dari ungkapan ini, selama orang yang kucintai bahagia tentu aku akan setuju dengan pendapat ini dan setelah aku timbang kembali Aku rasa kebahagiaan yang kudapatkan jauh lebih besar dibandingkan patah hati yang kualami.
“ Jiwon-ah.. sebagai hadiahnya, Oppa akan membelikan es krim untukmu!” ucap Sungmin Oppa sambil berlari kearah penjual es. Kemudian ia pun berbalik padaku.
“Jiwon-ah.. jika kau perlu bantuan untuk melupakan Kibum, Oppa akan selalu ada untukmu!”
“Apa maksud Oppa?” tanya ku sambil menghampirinya.
“ Tenang saja Jiwon.. jika kau tidak juga menemukan pangeran baik hati..Oppa pasti akan menjadi pangeran untukmu!”.
Aku mengerutkan dahiku dan mencoba menganalisis maksud Sungmin Oppa.
“Tapi itupun jika Kau benar-benar tidak menemukannya ya..” ucapnya sambil tersenyum jahil dan ia pun segera berlari meninggalkan ku.
“Oppa!!! Memangnya aku sekasihan itu ya?” ucapku sambil berlari mengejarnya.
Di dalam hati sebenarnya aku tertawa mendengar ucapan Sungmin Oppa, Ah.. jadi ini ya cara Sungmin Oppa untuk menghiburku? Ehm.. jika aku benar-benar tidak akan menemukan pangeranku sendiri mungkin aku akan benar-benar memaksa Lee Sungmin untuk menjadi pangeranku..hahaha becanda kok becanda...tapi sepertinya itu ide yang bagus juga ya?? Hehehe.

-thE End-

created By Abhie

ANNYEONG JAGI YAH…

Kyuhyun berdiri di depan cerminnya, ia merapikan tatanan rambutnya yang ikal kemudian ia pun melatih senyumnya dengan berbagai macam gaya. Setelah memeriksa penampilannya dengan cermat, ia pun keluar dari kamarnya.
“ Kau rapi sekali.. mau kemana?” tanya Siwon yang sedang menonton berita pagi.
“Aku mau bertemu dengan seseorang Hyung..” jawabnya
“ Sekarang tanggal 10 November Hyung…” ucap Kibum yang datang dari arah dapur, Siwon mengerutkan alisnya dan ia pun teringat sesuatu, “ Ah..kurae! kalau begitu sampaikan salam dari kami ya!” ucap Siwon yang dijawab dengan anggukan Kyuhyun.
Kyu pun meninggalkan rumahnya dan berjalan ke arah sebuah toko bunga milik Heechul, di sana ia melihat-lihat berbagai macam jenis bunga yang cantik.
“Hai Kyu..kau mau beli Lili ya?” tanya Heechul.
“Ya.. ada kan Hyung?”
“ Tentu ada dong.. Hankyung, ambilkan Lili putih!”
“Mwo??” tanya Hankyung kebingungan.
“ L.I.L.I P.U.T.I.H!!! LILI PUTIH!” ucap Heechul sambil memperjelas kata-katanya.
Hankyung pun mengangguk dan segera mengambil sebuket lili putih, ia pun menyerahkannya pada Kyu dan setelah itu ia kembali menyiram bunga.
“Aduh maaf ya.. dia pegawai baru.. baru datang dari Cina! Jadi ada sedikit masalah komunikasi nih!” Ucap Heechul.
Kyuhyun hanya tersenyum mendengar keluhan Heechul, kemudian ia pun membeli sebuket lili putih, setelah urusannya ditoko bunga selesai ia pun menuju ke sebuah toko kue milik Shindong.
“ Annyeong haseyo…” sapa Kyuhyun.
“ Owh.. kau datang Kyu, hari ini Ryeowook membuat tiga jenis kue untuk mu..” ucap Shindong yang kemudian langsung menuju dapur.
Kyuhyun pun menunggu di sebuah meja yang menjadi tempat favorite gadis yang disukainya, satu per satu ingatannya tentang gadis itu muncul ke permukaan. Kyu sebenarnya tidak menyukai makanan yang manis, namun karena gadis itu suka sekali dengan kue maka ia berkeliling kota untuk mencari sebuah toko kue yang menurutnya memiliki cita rasa yang tinggi, dan akhirnya toko ini pun menjadi salah satu tempat favorite mereka untuk berkencan.
“ Ini kue-kuenya.. silahkan kau pilih..” ucap Shindong sambil menyerahkan tiga jenis kue dan ia pun kemudian menghampiri pelanggan yang baru datang.
Kyuhyun memandang ketiga jenis kue itu, ketika ia hendak mengambil sebuah brownies tiba-tiba tangan seorang gadis yang mengenakan dress putih menyentuh tangannya dan menghentikan Kyu. Kyu menatap ke arahnya dan tersenyum, gadis itu membalas senyum Kyu dengan hangat. Wajah gadis itu cukup cantik, ia memiliki sepasang mata bulat dan lesung pipit di kedua pipinya. Kyu menunjuk ke arah brownies itu dan gadis itu pun menggelengkan kepalanya, kemudian gadis itu pun menunjuk ke arah Strawberry cake yang ada di hadapannya. Kyu tersenyum dan mengangguk, kemudian ia memanggil seorang pelayan.
“ Tolong bungkus kue ini..” ucap Kyu sambil menunjuk kearah Strawberry cake. Setelah memesan kue itu, sosok gadis itu pun menghilang dari pandangan Kyu.
“Ini Kuenya..” ucap pelayan yang di dadanya terdapat plakat bertuliskan Yesung.
“Gomawo..” ucap Kyu sambil menyerahkan sejumlah uang.
Kyu kemudian melanjutkan perjalanannya ke sebuah Toko minuman milik Kangin. Begitu ia membuka pintu toko, gadis dengan dress putih itu sedang duduk di bangku bar dan ia pun melambaikan tangannya pada Kyu. Kyu pun kembali tersenyum pada gadis itu.
“ Oh.. Kyu..tunggu sebentar ya! Champagne pesananmu masih di peti kemas!” ucap Kang in, “ Eunhyuk!! Cepat ambilkan champagne pesanan Kyu!”
“ Baik bos!” sahut Eunhyuk sambil berlari menuju gudang minuman.
Kyu kemudian duduk di sebelah gadis itu, gadis itu memandang Kyu dengan lekat. Kyu balik memandangnya, ia pun terpaku melihat kecantikan gadis yang berada dihadapannya.
“Kyu! Ini pesananmu!” ucap Kangin sambil menyerahkan sebotol champagne, Kyu mengambil botol itu dan membayarnya. Kyu menengok ke tempat duduk disebelahnya, namun gadis itu kembali menghilang.
Kyu pun meninggalkan toko itu, ia lalu menunggu di halte depan Toko. Beberapa menit kemudian bus bernomor 65 pun datang, Kyu pun masuk ke dalam bus itu.
“Annyeong haseyo” sapa supir yang bernama Donghae.
“Annyeong haseyo” ucap Kyu, kemudian ia pun memilih tempat duduk paling belakang. Kyu tersenyum ketika gadis itu kembali menghampirinya, gadis itu pun duduk di sebelah Kyu dan menyandarkan kepalanya di bahu Kyuhun. Selama di perjalanan, mereka tidak berbicara satu sama lainnya hingga akhirnya Kyu pun sampai di tempat tujuannya.

***
Kyu memandang gerbang yang menjulang di depan matanya, ia pun kemudian memasuki gerbang itu dan berjalan menuju sebuah bukit.
“ Owh.. kau sudah datang?” tanya seorang ajussi yang tengah memegang sebuah sapu.
“ Leeteuk-sie..annyeong haseyo!” sapa Kyu.
“ Annyeong! Kyu..Aku sudah membersihkannya tadi pagi, Sungmin-sie sepertinya masih ada di sana!” ucap Leeteuk.
“ Arasseo... gomawo.”
Kyu kemudian melanjutkan langkah kakinya, kemudian ia pun bertemu dengan Sungmin.
“O..Kyu.. kau datang ?” tanya Sungmin.
“Ehm..” angguk Kyu.
Sungmin menatap Kyu dan menepuk bahunya. “ Meskipun aku sangat berterimakasih, tapi aku harap ini yang terakhir kalinya Kyu..”
“Hyung.. aku.. berjanji bahwa ini adalah yang terakhir kalinya.”
Sungmin tersenyum dan mengangguk, kemudian ia pun pergi meninggalkan Kyu. Kyu melangkahkan kakinya dan menyusuri jalan setapak yang menuju ke sebuah gundukan tanah yang baru saja dibersihkan. Kyu berhenti di depan gundukan itu, kemudian ia meletakkan buket lili, champagne dan strawberry cake yang dibawanya. Di batu nisan itu terukir nama Lee Sunmi, ia adalah adik perempuan Lee Sungmin. Kyu menatap foto yang ada di nisan itu, foto itu adalah foto seorang gadis bermata bulat yang tengah tersenyum sambil memamerkan lesung pipinya, gadis itu sangat cantik saat mengenakan dress putih yang dibeli Kyuhyun.
“Annyeong Jagi-yah…”sapa Kyu parau.
“ Aku membawa barang-barang kesukaanmu.. Kau baik-baik sajakan?” tanya Kyu, tanpa terasa airmatanya jatuh membasahi pipinya.
“Sunmi.. hari ini aku memanipulasi otakku.. aku menipu diriku lagi… aku berkhayal bahwa kau selalu ada didepan mataku..namun ketika aku menoleh tiba-tiba bayanganmu sudah menghilang..”
“Sunmi.. apa yang harus kulakukan? Aku masih mencintaimu.. sangat mencintaimu…”
Tanya Kyuhyun yang sudah tak mampu lagi berdiri di atas kakinya. Ia pun berlutut dan menangis di depan gundukan itu, kejadian memilukan yang terjadi lima tahun silam kembali melintas dalam ingatan Kyu, ya.. kejadian itu memang sudah lima tahun berlalu, namun nyatanya saat ini Kyu merasakan hatinya masih seperih saat ia mengetahui bahwa kekasihnya telah meninggalkan dunia dan juga dirinya.
“Maafkan aku.. aku pasti membuatmu tidak tenang Sunmi..” ucap Kyu.
Kyuhyun pun tak mampu menguasai dirinya lagi, meskipun ia tidak mau menjadi selemah itu dihadapan Sunmi namun air matanya terus mengalir tanpa bisa ia kendalikan. Tiba-tiba Kyu teringat kembali dengan selembar surat yang ditinggalkan Sunmi untuknya, gadis itu tidak pernah menunjukkan rasa takut dan selalu bersikap tegar dan satu-satunya hal yang ia khawatirkan hanyalah bagaimana Kyuhyun akan menjalani hidup tanpa dirinya. Di surat itu Sunmi menulis jika ia memang harus pergi maka Kyu harus berhenti mengunjungi makamnya pada tahun ketiga. Sunmi tidak ingin menjadi seseorang yang akan membebani Kyuhyun, ia berharap ketika ia pergi maka Kyuhyun dapat segera bertemu dengan seseorang yang mampu mewakili dirinya untuk membahagiakan Kyuhun.
Setelah beberapa menit Kyu pun menghapus airmatanya dan mencoba untuk tersenyum.
“Sunmi.. aku melatih senyum terbaik ku untukmu…aku janji Sunmi… aku tidak akan menangis lagi dihadapanmu..” ucap Kyu.
Kemudian Kyu mengambil setangkai Lili putih dan mencium kelopaknya, ia pun meletakkan lili itu diatas nisan Lee Sunmi. “ Gomawo Sunmi.. dan sekarang saatnya aku untuk mengatakan selamat tinggal… Annyeong Jagi-yah..” Kyu bangkit dan menatap Kuburan itu sekali lagi, kemudian ia tersenyum dan ia pun segera beranjak dari lokasi peristirahatan Lee Sunmi.
***
Sosok Sunmi berdiri di samping nisannya sendiri, ia memandang Kyuhun yang memunggunginya. Ia berharap Kyu akan meninggalkan semua rasa sakit hatinya di tempat itu, ia berharap agar Kyu tidak lagi menyalahkan sang kematian karena telah merebut kekasihnya ataupun pada nasib yang memisahkan mereka berdua.
“ Jagi-yah… kembalilah menjadi Cho Kyuhyun yang ceria dan hangat… aku akan selalu di dekatmu dan kau selalu bisa melihatku dengan hatimu…”
Kyu merasakan kehangatan mengalir dari belakang punggungnya, ia pun membalikkan badannya dan secara samar ia melihat sosok Sunmi tersenyum dan perlahan sosok itu pun pudar dan hilang bersama hembusan angin yang menerpa wajah Kyu yang perlahan mulai tersenyum.
“ Untukmu Sunmi.. aku akan kembali menjadi Cho Kyuhyun yang kau kenal..”gumam Kyuhyun.

Created by Abhie (T_T)

Himnaeyo Minimarket part 4

Eunkyung melangkahkan kakinya dengan riang menuju Himnaeyo, semalam Daeho meminta bantuannya untuk menjaga minimarket karena hari ini Daeho harus menghadiri sebuah acara perjodohan yang telah direncanakan oleh ibunya. Setelah Eunkyung membersihkan dan merapikan minimarket, trio suju yang terdiri dari Leeteuk, Hankyung, dan Siwon pun datang.
“Annyeong Eunkyung ah!” sahut Leeteuk dan Hankyung bersamaan, sementara Siwon menyapa Eunkyung melalui senyum manisnya.
“OH? Hankyung oppa? Kapan datang dari China?”
“Kemarin..kau tahu tidak?aku baru sampai dan tidur satu jam, tiba-tiba Heechul dan Yesung tidur disebelahku..kau bisa bayangkan betapa sengsaranya aku kan?”
“Hahaaha..pasti Mereka sangat merindukanmu oppa..”
“Ah…lebih baik kau saja yang merindukanku Eunkyung!”
“Hankyung, lupakan saja Eunkyung! Dia hanya bisa merindukan aku seorang.” ucap Leeteuk sambil tersenyum jahil.
Siwon dan Hankyung saling bertukar pandang dan kemudian tertawa,
“Teruskan saja mimpimu Hyung!”ucap Hankyung sambil beranjak menuju rak mie instant.
“Apa yang kau katakan barusan ?” ucap Teukie sambil mengikuti Hankyung.
Setelah kedua orang itu menjauh,tiba-tiba Siwon menyodorkan sebuah paper bag kehadapan Eunkyung, di dalam tas itu Eunkyung menemukan sebuah kotak yang terbungkus rapi oleh Kertas kado bermotif manga suju.
“Apa ini?”
“Kado.”
“Untuk apa ? hari ulang tahunku kan masih beberapa hari lagi!” ucap Eunkyung sedikit kecewa.
“Arayo! Tapi saat itu mungkin aku tidak bisa memberikanmu kado.”
“kenapa? Ada urusan ya?””
“Ada Syuting.. o iya kau hanya boleh membuka kado ini pada hari ultahmu dan sebaiknya setelah jam tujuh ! ”
“Kalau begini aku bisa mati penasaran dong! Menunggu sampai hari ultahku saja aku sudah tidak sabar..”
“Hei..” ucap Siwon sambil menggelengkan kepalanya, “ Kumohon buka kadonya setelah jam 7, kalau kau buka sebelum waktunya maka kado ini menjadi tidak ada artinya lagi! Ok?”
“ Baiklah…”
“ Aku mampir hanya untuk memberikanmu ini. Tapi jangan bilang yang lain kalau aku mencuri start dengan memberi kado lebih awal ya!”
“Ehm” jawab Eunkyung sambil menganggukkan kepalanya.
“ Hei !! apa yang kalian lakukan disitu ? sungguh mencurigakan..” ucap Leeteuk sambil menyipitkan matanya, “aku mencium bau perselingkuhan! Eunkyung.. tega-teganya kau menghianati suamimu ini!” teriaknya dengan nada yang dibuat-buat.
Siwon hanya tersenyum dan kemudian menghampiri hyungnya, “Hyung, hari ini kamu sungguh berisik ya? Ayo pulang! kau hanya mengganggu orang yang sedang bekerja tahu!” kemudian Siwon dengan tenaga kudanya berusaha menyeret leader itu keluar dari Himnaeyo dan memaksanya kembali ke asrama.
“AH…aku tidak mau!! Eunkyung… oppa ingin bicara denganmu!!” teriak Teukie, namun teriakannya itu hanya dibalas lambaian tangan Eunkyung .
Eunkyung kemudian memandang kado itu dengan senyum lebar dan mata yang berbinar, Ah rupanya dia memperhatikan aku juga, pikirnya dalam hati.
“Ajjumma..Kau tidak lihat pelangganmu ini dari tadi berdiri di sini?” ucap Hankyung yang membawa sekeranjang mie ramyun instant dengan berbagai macam rasa.
“Omo.. kau belum pergi?” Ucap Eunkyung sedikit terkejut.
“ Dari tadi aku sibuk memilih mie..mereka pergi duluan ya?”
“ O…mereka baru saja pergi..”
Hankyung kemudian melihat paper bag dan kado yang dipegang Eunkyung
“Sepertinya aku kenal dengan paper bag itu..” ucapnya, kemudian dia tersenyum kearah Eunkyung. “Sepertinya…tadi Siwon bawa paper bag ya?” tanya Hankyung usil.
“A..i..ini.. ini..punyaku!”
“Kenapa kau gugup? Seperti ketangkap basah sedang berpacaran saja!”sahut Hankyung yang senyumnya makin melebar, kemudian Eunkyung yang merasa terjebak keisengan Hankyung segera menghitung belanjaan Hankyung dan memasukkannya kedalam tas plastic berlogo Himnaeyo minimarket.
“Oppa.. kau sering sekali makan mie instant? Itu tidak bagus untuk kesehatanmu!” ucap Eunkyung sambil menyerahkan uang kembalian pada Hankyung.
“Hehehe kau tahu sendiri asrama itu isinya hanya sekumpulan para pria yang tidak bisa masak! Perut dan lidahku sudah tidak sanggup lagi menerima masakan mereka, rasanya bener-bener diluar bayangan deh!”
“Hahaha.. Nanti aku masak buat oppa dan member yang lain, ok?”
“Tidak usah.. aku sepertinya lebih memilih masakan mereka!hehehe” ledek Hankyung sambil keluar dari minimarket itu.
“OPPA!!!!”teriak Eunkyung.
“Hehe.. kalau begitu aku tunggu masakan mu ya! Annyeong!” sahut Hankyung yang kemudian pergi menuju apartemennya.

*****
“ Sampai jumpa 1 minggu lagi di lokasi syuting.” Ucap seorang pria bertopi sambil menjabat tangan Kibum, kemudian pria itu meninggalkan ruangan bersama beberapa artis lain. Hari ini Kibum telah memutuskan untuk bergabung dalam sebuah drama sepanjang 20 episode, karena itulah Kibum dan manajernya masih berada didalam ruangan untuk menjadwal ulang aktivitas Kibum.
“Hyung aku pergi sebentar.” Sahut Kibum sambil bangkit dari kursinya.
“ Baiklah, tapi kau harus sudah tiba di MBC pukul enam karena kau harus syuting variety show jam tujuh.”
Kibum mengangguk dan mengambil tas punggungnya, ia pun berjalan keluar gedung dan memanggil sebuah taksi. Hari ini ia berpakaian sangat santai layaknya seorang pemuda biasa, ia juga tak lupa mengenakan kacamata dan topi sebagai alat penyamaran agar tidak dikenali para fansnya. Beberapa menit kemudian Taksi pun berhenti disebuah toko perhiasan, ia kemudian turun dan memasuki toko itu. Ia berjalan mengelilingi toko itu, kemudian ada sebuah kalung perak berinisial EK, Eun Kyung, pikirnya. Kemudian ia tersenyum dan memanggil seorang petugas wanita yang dari tadi memperhatikan Kibum dengan mata yang berbinar .
“Aku mau ambil ini...” Ucapnya.
Petugas wanita tadi mengambil sebuah kotak dan memasukkan kalung perak itu kedalamnya, kotak itu kemudian dihias dengan sebuah pita berwarna baby pink. wanita itu kemudian memberikan sebuah kartu berbentuk hati pada Kibum.
“ Apa ini?” tanya Kibum sambil mengambil kartu itu.
“ Ini kartu ucapan, aku rasa pacarmu akan lebih senang jika kamu sendiri yang menulisnya…Kibum-ssie.” Ucap wanita itu malu-malu.
“Ehm..begitu ya? Kalau begitu aku tulis nanti saja.” ucapnya sambil tersenyum dan memasukkan kartu itu kedalam sakunya. Ia pun segera membayar dan meninggalkan toko itu. Setelah menyelesaikan syutingnya pada pukul 23.00, Kibum pun kembali ke asrama Suju. Setelah menyapa Kyuhyun dan Heechul yang asyik bertanding game, ia pun segera masuk ke dalam kamarnya. Ia membuka laci dan meletakkan kado untuk Eunkyung, namun tiba-tiba matanya melihat bungkusan cokelat yang dulu hampir dimakan Donghae, tadinya ia berencana memberikan cokelat itu untuk Eunkyung namun ia belum sempat memberikan padanya karena jadwal kegiatan yang padat. Cokelat itu kemudian membangkitkan ingatannya atas ucapan Donghae, Ia pun segera menutup lacinya dan membaringkan diri ke atas tempat tidur dan tak lama ia pun sudah tertidur akibat kelelahan.
****
Hari ini hari sabtu, Eunkyung duduk diteras rumahnya dan memandangi tetesan hujan yang turun dari langit. Ia memandang jam dindingnya dan masih sekitar 10 jam lagi agar umurnya bertambah setahun. Sementara itu di asrama suju, Sungmin dan member lainnya sedang asyik mengobrol di ruang tv. Tiba-tiba Leeteuk datang dengan wajah yang kacau.
“Hei..kalian tahu tidak kalau besok Eunkyung-ku berulangtahun?” tanya Teukie.
“Apa? Aduh..kenapa aku bisa lupa? Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?” tanya Sungmin.
“Kita bikin surprise party saja!! soalnya kalau sekarang mau cari kado, pasti susah deh!” usul Heechul
“Iya soalnya waktunya mepet.. aduh kenapa aku bisa lupa begini sih? Nanti image ku yang lembut dan perhatian ini bisa rusak deh!” keluh Sungmin.
“Hah..bocah itu!” gumam Hankyung yang teringat dengan paper bag milik Siwon.
“Ada apa?” tanya Sungmin
“Hah?? tidak ada apa-apa! Aku setuju kalau kita buat surprise party!”ucap Hankyung.
“ Hei, kita mau buat dimana? Di asrama suju? Atau dirumahnya ?” ucap Ryeowook.
“Kalau kita adakan di asrama suju, pasti dia tidak mau!”ucap Kyuhyun
“kenapa?” tanya Ryeowook.
“ Mana ada wanita yang datang malam-malam ke markas cowok-cowok buas? Apalagi disini ada Teukie hyung!” jawab Kyuhyun yang disambut dengan seringai Leeteuk.
“ Kalau begitu, kita adakan di rumahnya saja! Tapi gimana caranya?” tanya Sungmin.
Para member yang ada disitu pun terdiam memikirkan pertanyaan Sungmin, kemudian ada seseorang yang membuka pintu dan memasuki ruang tengah. Orang itu adalah Kibum. Eunhyuk pun tersenyum melihat kedatangan dungsaengnya itu, Sungmin memandang Eunhyuk dengan tatapan curiga kemudian Sungmin pun menarik Eunhyuk ke dapur.
“ Jangan katakan kalau kau bermaksud untuk menggunakan Kibum sebagai alat untuk mengalihkan perhatian Eunkyung!” ucap Sungmin.
“Wae? Kurasa itu ide yang brilliant!”
“ Kita kan sudah sepakat akan bersikap netral! Kalau begini artinya kita memberi kesempatan pada Kibum untuk mendekati Eunkyung, lalu bagaimana jika Siwon tahu hal ini?”
“Minie!! Santai aja lah.. Siwon kan hari ini syuting! Lagipula itu jalan satu-satunya kan?’
Ucap Eunhyuk sambil menarik Sungmin kembali ke ruang tv. Kemudian Eunhyuk pun menjelaskan rencana surprise party pada seluruh member yang ada di situ.

****
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam, Eunkyung membuka matanya dengan enggan dan tangannya mulai mencari-cari sumber bunyi yang membuatnya terbangun. Eunkyung kemudian membuka handphonenya dan menemukan ada satu sms masuk ke inboxnya.

Eunkyung ah..mianhae...tapi bisakah kau ke taman sebentar?

Eunkyung mengerutkan dahinya, dan berfikir sejenak. Eunkyung kemudian teringat saat terakhir kali mereka bertemu, saat itu Kibum mengerjainya dengan berpura-pura akan meninggalkan suju.
“Awas ya kalau kali ini kau berani membodohiku!” ucap Eunkyung.
Beberapa menit kemudian Eunkyung pun tiba di taman, Kibum melihat Eunkyung dan menyambut gadis itu dengan senyumnya yang manis.
“Akhirnya kau datang juga..” sahut Kibum
“ Setelah apa yang kau lakukan..tadinya aku tidak akan datang, tapi karena aku ini adalah satu-satunya sahabatmu maka aku putuskan untuk datang..”
“Yeah..kau adalah satu-satunya wanita-ku..” ucap Kibum dengan senyum yang menggoda.
“Aish.. senyummu tidak bekerja untukku!” ucap Eunkyung sambil tersenyum.

Sementara Eunkyung dan Kibum bercakap-cakap, para member suju berubah menjadi petugas pesta yang sibuk menyulap halaman depan rumah Eunkyung. Ryeowook dan Seungmin sibuk menata lilin aromatheraphy ke berbagai sudut halaman, Heechul dengan semangat yang membara menyuruh Hankyung dan Kangin untuk meniup balon berbentuk hati hingga mulut keduanya kaku, sedangkan Kyuhun dan Shindong sibuk dengan kertas hiasan. Tiba-tiba perhatian Heechul teralih pada sikap Yesung yang hanya duduk didepan kue tanpa berbuat apa-apa.
“Hei Yesung! Apa yang kau lakukan?” teriak Heechul
“sst… aku sedang mengawasi kue ini dari intaian Shindong!” ucapnya
“Wkwkwk..betul-betul! Baiklah kau lanjutkan saja pengawasanmu! Aku serahkan tugas ini padamu!”
Yesung mengangguk dengan mantap, “Hyung.. aku akan memberikan yang terbaik!”
Mendengar percakapan Heechul dan Yesung, Shindong hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Kau yakin kalau mereka itu adalah hyungmu Kyu?” tanya Shindong yang kemudian dijawab Kyuhyun dengan gelengan kepala dan senyum yang ditahan.,. Beberapa saat kemudian, Leeteuk dan Eunhyuk yang baru menyelesaikan siaran SUKIRA ( Suju Kiss The Radio) datang dengan membawa sekantung makanan dan minuman.
Sementara member lainnya masih sibuk mempersiapkan pesta, Dua member suju yang lain yaitu Donghae dan Siwon, baru saja menyelesaikan syutingnya dan mereka saat ini sedang berada dalam sebuah van yang dikemudikan oleh manajernya, Donghae yang tertidur kemudian tiba-tiba terbangun dan melihat Siwon yang masih terjaga.
“Kau tidak tidur?” tanya Donghae sambil menahan kantuknya.
“Sebentar lagi juga sampai kok”
“oh iya, tadi Teukie hyung sms, mereka sedang menyiapkan surprise party untuk Eunkyung. Sebaiknya kita kesana saja.. bagaimana menurutmu?”
“Tentu kita harus datang, meskipun lelah aku rasa kita tidak boleh melewatkan hal ini.” Sahut Siwon dengan nada yang gembira, ia membayangkan ekspresi Eunkyung yang kaget karena kedatangannya. Ia pun melirik jam tangannya masih ada setengah jam lagi sebelum jam 12.
***
Waktu menunjukkan pukul 12 tepat, Kibum mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya pada Eunkyung. Eunkyung menatap Kibum dan tersenyum, kemudian ia mengambil kotak itu dan membuka nya dengan perlahan. Kilauan kalung perak itu membuat Eunkyung terpaku.
“ ah..neomu yeoppo!!” ucapnya, kemudian ia memandang Kibum “ Oppa.. aku tak bisa menerima ini..ini terlalu mewah untukku.”
Kibum mengambil kalung itu dan memakaikannya ke leher Eunkyung. Kemudian dengan ragu-ragu ia menyentuh rambut Eunkyung.
“ Hei, tidak ada yang terlalu mewah untuk gadis sepertimu” ucap Kibum lembut.
“Oppa… kalau kau seperti ini maka orang-orang akan salah paham! Lagipula sebaiknya kau berikan kalung untuk kekasihmu saja!” ucap Eunkyung sambil berusaha melepaskan kalung itu, namun Kibum langsung memegang tangan Eunkyung dan mengajaknya kembali ke rumah Eunkyung. Begitu tiba di rumah, para member langsung menyambut Eunkyung dengan lantunan lagu selamat ulang tahun.
“ Saengil Chukae.. Eunkyung ah!!!!!!” sahut para member superjunior dengan wajah yang ceria, Eunkyung menatap wajah para member dengan perasaan penuh haru kemudian matanya menangkap sesosok pria yang menatapnya dengan pandangan sinis. Pria itu adalah Siwon. Eunkyung tidak mengerti apa yang menyebabkan Siwon seperti itu, namun tiba-tiba suara Donghae menyadarkannya.
“Hei.. kalian jadian ya?” ucap Donghae semangat.
“Apa maksud mu?” tanya Kibum
“Kalian bergandengan tangan..Trus kalung itu juga inisialnya EK..” sambung Kyuhyun dengan penuh curiga, kemudian ia melihat wajah Siwon yang jutek dan Kyuhyun pun langsung menutup rapat mulutnya
“Ah.. kurae ! EK itu Eun Kyung!Kalian ini berfikir apa memangnya?” ucap Sungmin kikuk.
“EK itu bukannya Eunkyung Kibum ya?” ucap Eunhyuk kepada Sungmin, Sungmin menyenggol tangan Eunhyuk dan dengan isyarat mata, Sungmin mencoba memberitahu Eunhyuk bahwa saat ini pria bernama Choi Siwon tengah dibakar api cemburu.
Kemudian sang leader Leeteuk mengajak Eunkyung dan para member untuk mulai menikmati pesta ultah Eunkyung, ketika pesta itu berlangsung Eunkyung hanya memandang Siwon yang sejak tadi hanya duduk dan memegang kaleng softdrinknya, Siwon terlihat tidak tertarik sama sekali pada pesta itu. Ketika member yang lain asyik menikmati pesta, Eunkyung berusaha untuk berbicara dengan Siwon akan tetapi ketika ia mulai mendekat tiba-tiba Siwon bangkit dari kursinya.
“Guys.. aku kembali ke asrama duluan. Aku letih! Annyeong!” ucap Siwon, matanya melihat Eunkyung sekilas kemudian ia segera membuang pandangannya dan bergegas pulang. Eunkyung terdiam mencoba menganalisis apa yang terjadi, kemudian ia pun mengejar Siwon.
“Oppa!!tunggu!” teriak Eunkyung, namun Siwon terus berjalan seolah-olah ia tidak mendengar panggilan Eunkyung,
Eunkyung mempercepat larinya dan kali ini ia mencengkram lengan baju Siwon.
“Oppa..” panggil Eunkyung dengan nafas yang tersengal-sengal..
Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Eunkyung. Ditatapnya gadis itu dengan ketus, Eunkyung merasakan amarah Siwon yang memuncak ia pun merasa lidahnya menjadi kaku hingga ia tak sanggup untuk berkata-kata.
“Mau apa kau?”
“Oppa, kau kenapa? Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?”
“Aku kenapa?!”
“ Oppa.. aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kibum.”
“Oh ya? Kenapa aku harus tahu tentang hubungan kalian? Apakah kita ini pacaran? Atau mungkin kau mengira aku menyukaimu?”
Eunkyung terdiam dan tak mampu menjawab pertanyaan yang meluncur dari mulut Siwon. Siwon menatap gadis itu sekali lagi kemudian ia memejamkan matanya, “Jangan ganggu aku! Aku capek dan aku ingin istirahat!” ucapnya sambil pergi meninggalkan Eunkyung. Eunkyung menatap punggung Siwon yang semakin menjauh darinya, Ia pun terduduk lemas di jalanan, air matanya mengalir dari kedua pelupuk matanya dan untuk menahan laju airmatanya Eunkyung pun menggigit bagian bawah bibirnya. Namun ternyata ia tak sanggup lagi membendung kesedihannya dan akhirnya ia hanya bisa membiarkan airmatanya berjatuhan.
“ Karena Aku menyukaimu oppa…” ucapnya terisak.

To be continued (T_T)/
Created by Abhie.

Himnaeyo Minimarket part 3

Eunkyung melangkahkan kakinya dengan riang menuju Himnaeyo, semalam Daeho meminta bantuannya untuk menjaga minimarket karena hari ini Daeho harus menghadiri sebuah acara perjodohan yang telah direncanakan oleh ibunya. Setelah Eunkyung membersihkan dan merapikan minimarket, trio suju yang terdiri dari Leeteuk, Hankyung, dan Siwon pun datang.
“Annyeong Eunkyung ah!” sahut Leeteuk dan Hankyung bersamaan, sementara Siwon menyapa Eunkyung melalui senyum manisnya.
“OH? Hankyung oppa? Kapan datang dari China?”
“Kemarin..kau tahu tidak?aku baru sampai dan tidur satu jam, tiba-tiba Heechul dan Yesung tidur disebelahku..kau bisa bayangkan betapa sengsaranya aku kan?”
“Hahaaha..pasti Mereka sangat merindukanmu oppa..”
“Ah…lebih baik kau saja yang merindukanku Eunkyung!”
“Hankyung, lupakan saja Eunkyung! Dia hanya bisa merindukan aku seorang.” ucap Leeteuk sambil tersenyum jahil.
Siwon dan Hankyung saling bertukar pandang dan kemudian tertawa,
“Teruskan saja mimpimu Hyung!”ucap Hankyung sambil beranjak menuju rak mie instant.
“Apa yang kau katakan barusan ?” ucap Teukie sambil mengikuti Hankyung.
Setelah kedua orang itu menjauh,tiba-tiba Siwon menyodorkan sebuah paper bag kehadapan Eunkyung, di dalam tas itu Eunkyung menemukan sebuah kotak yang terbungkus rapi oleh Kertas kado bermotif manga suju.
“Apa ini?”
“Kado.”
“Untuk apa ? hari ulang tahunku kan masih beberapa hari lagi!” ucap Eunkyung sedikit kecewa.
“Arayo! Tapi saat itu mungkin aku tidak bisa memberikanmu kado.”
“kenapa? Ada urusan ya?””
“Ada Syuting.. o iya kau hanya boleh membuka kado ini pada hari ultahmu dan sebaiknya setelah jam tujuh ! ”
“Kalau begini aku bisa mati penasaran dong! Menunggu sampai hari ultahku saja aku sudah tidak sabar..”
“Hei..” ucap Siwon sambil menggelengkan kepalanya, “ Kumohon buka kadonya setelah jam 7, kalau kau buka sebelum waktunya maka kado ini menjadi tidak ada artinya lagi! Ok?”
“ Baiklah…”
“ Aku mampir hanya untuk memberikanmu ini. Tapi jangan bilang yang lain kalau aku mencuri start dengan memberi kado lebih awal ya!”
“Ehm” jawab Eunkyung sambil menganggukkan kepalanya.
“ Hei !! apa yang kalian lakukan disitu ? sungguh mencurigakan..” ucap Leeteuk sambil menyipitkan matanya, “aku mencium bau perselingkuhan! Eunkyung.. tega-teganya kau menghianati suamimu ini!” teriaknya dengan nada yang dibuat-buat.
Siwon hanya tersenyum dan kemudian menghampiri hyungnya, “Hyung, hari ini kamu sungguh berisik ya? Ayo pulang! kau hanya mengganggu orang yang sedang bekerja tahu!” kemudian Siwon dengan tenaga kudanya berusaha menyeret leader itu keluar dari Himnaeyo dan memaksanya kembali ke asrama.
“AH…aku tidak mau!! Eunkyung… oppa ingin bicara denganmu!!” teriak Teukie, namun teriakannya itu hanya dibalas lambaian tangan Eunkyung .
Eunkyung kemudian memandang kado itu dengan senyum lebar dan mata yang berbinar, Ah rupanya dia memperhatikan aku juga, pikirnya dalam hati.
“Ajjumma..Kau tidak lihat pelangganmu ini dari tadi berdiri di sini?” ucap Hankyung yang membawa sekeranjang mie ramyun instant dengan berbagai macam rasa.
“Omo.. kau belum pergi?” Ucap Eunkyung sedikit terkejut.
“ Dari tadi aku sibuk memilih mie..mereka pergi duluan ya?”
“ O…mereka baru saja pergi..”
Hankyung kemudian melihat paper bag dan kado yang dipegang Eunkyung
“Sepertinya aku kenal dengan paper bag itu..” ucapnya, kemudian dia tersenyum kearah Eunkyung. “Sepertinya…tadi Siwon bawa paper bag ya?” tanya Hankyung usil.
“A..i..ini.. ini..punyaku!”
“Kenapa kau gugup? Seperti ketangkap basah sedang berpacaran saja!”sahut Hankyung yang senyumnya makin melebar, kemudian Eunkyung yang merasa terjebak keisengan Hankyung segera menghitung belanjaan Hankyung dan memasukkannya kedalam tas plastic berlogo Himnaeyo minimarket.
“Oppa.. kau sering sekali makan mie instant? Itu tidak bagus untuk kesehatanmu!” ucap Eunkyung sambil menyerahkan uang kembalian pada Hankyung.
“Hehehe kau tahu sendiri asrama itu isinya hanya sekumpulan para pria yang tidak bisa masak! Perut dan lidahku sudah tidak sanggup lagi menerima masakan mereka, rasanya bener-bener diluar bayangan deh!”
“Hahaha.. Nanti aku masak buat oppa dan member yang lain, ok?”
“Tidak usah.. aku sepertinya lebih memilih masakan mereka!hehehe” ledek Hankyung sambil keluar dari minimarket itu.
“OPPA!!!!”teriak Eunkyung.
“Hehe.. kalau begitu aku tunggu masakan mu ya! Annyeong!” sahut Hankyung yang kemudian pergi menuju apartemennya.

*****
“ Sampai jumpa 1 minggu lagi di lokasi syuting.” Ucap seorang pria bertopi sambil menjabat tangan Kibum, kemudian pria itu meninggalkan ruangan bersama beberapa artis lain. Hari ini Kibum telah memutuskan untuk bergabung dalam sebuah drama sepanjang 20 episode, karena itulah Kibum dan manajernya masih berada didalam ruangan untuk menjadwal ulang aktivitas Kibum.
“Hyung aku pergi sebentar.” Sahut Kibum sambil bangkit dari kursinya.
“ Baiklah, tapi kau harus sudah tiba di MBC pukul enam karena kau harus syuting variety show jam tujuh.”
Kibum mengangguk dan mengambil tas punggungnya, ia pun berjalan keluar gedung dan memanggil sebuah taksi. Hari ini ia berpakaian sangat santai layaknya seorang pemuda biasa, ia juga tak lupa mengenakan kacamata dan topi sebagai alat penyamaran agar tidak dikenali para fansnya. Beberapa menit kemudian Taksi pun berhenti disebuah toko perhiasan, ia kemudian turun dan memasuki toko itu. Ia berjalan mengelilingi toko itu, kemudian ada sebuah kalung perak berinisial EK, Eun Kyung, pikirnya. Kemudian ia tersenyum dan memanggil seorang petugas wanita yang dari tadi memperhatikan Kibum dengan mata yang berbinar .
“Aku mau ambil ini...” Ucapnya.
Petugas wanita tadi mengambil sebuah kotak dan memasukkan kalung perak itu kedalamnya, kotak itu kemudian dihias dengan sebuah pita berwarna baby pink. wanita itu kemudian memberikan sebuah kartu berbentuk hati pada Kibum.
“ Apa ini?” tanya Kibum sambil mengambil kartu itu.
“ Ini kartu ucapan, aku rasa pacarmu akan lebih senang jika kamu sendiri yang menulisnya…Kibum-ssie.” Ucap wanita itu malu-malu.
“Ehm..begitu ya? Kalau begitu aku tulis nanti saja.” ucapnya sambil tersenyum dan memasukkan kartu itu kedalam sakunya. Ia pun segera membayar dan meninggalkan toko itu. Setelah menyelesaikan syutingnya pada pukul 23.00, Kibum pun kembali ke asrama Suju. Setelah menyapa Kyuhyun dan Heechul yang asyik bertanding game, ia pun segera masuk ke dalam kamarnya. Ia membuka laci dan meletakkan kado untuk Eunkyung, namun tiba-tiba matanya melihat bungkusan cokelat yang dulu hampir dimakan Donghae, tadinya ia berencana memberikan cokelat itu untuk Eunkyung namun ia belum sempat memberikan padanya karena jadwal kegiatan yang padat. Cokelat itu kemudian membangkitkan ingatannya atas ucapan Donghae, Ia pun segera menutup lacinya dan membaringkan diri ke atas tempat tidur dan tak lama ia pun sudah tertidur akibat kelelahan.
****
Hari ini hari sabtu, Eunkyung duduk diteras rumahnya dan memandangi tetesan hujan yang turun dari langit. Ia memandang jam dindingnya dan masih sekitar 10 jam lagi agar umurnya bertambah setahun. Sementara itu di asrama suju, Sungmin dan member lainnya sedang asyik mengobrol di ruang tv. Tiba-tiba Leeteuk datang dengan wajah yang kacau.
“Hei..kalian tahu tidak kalau besok Eunkyung-ku berulangtahun?” tanya Teukie.
“Apa? Aduh..kenapa aku bisa lupa? Lalu apa yang sebaiknya kita lakukan?” tanya Sungmin.
“Kita bikin surprise party saja!! soalnya kalau sekarang mau cari kado, pasti susah deh!” usul Heechul
“Iya soalnya waktunya mepet.. aduh kenapa aku bisa lupa begini sih? Nanti image ku yang lembut dan perhatian ini bisa rusak deh!” keluh Sungmin.
“Hah..bocah itu!” gumam Hankyung yang teringat dengan paper bag milik Siwon.
“Ada apa?” tanya Sungmin
“Hah?? tidak ada apa-apa! Aku setuju kalau kita buat surprise party!”ucap Hankyung.
“ Hei, kita mau buat dimana? Di asrama suju? Atau dirumahnya ?” ucap Ryeowook.
“Kalau kita adakan di asrama suju, pasti dia tidak mau!”ucap Kyuhyun
“kenapa?” tanya Ryeowook.
“ Mana ada wanita yang datang malam-malam ke markas cowok-cowok buas? Apalagi disini ada Teukie hyung!” jawab Kyuhyun yang disambut dengan seringai Leeteuk.
“ Kalau begitu, kita adakan di rumahnya saja! Tapi gimana caranya?” tanya Sungmin.
Para member yang ada disitu pun terdiam memikirkan pertanyaan Sungmin, kemudian ada seseorang yang membuka pintu dan memasuki ruang tengah. Orang itu adalah Kibum. Eunhyuk pun tersenyum melihat kedatangan dungsaengnya itu, Sungmin memandang Eunhyuk dengan tatapan curiga kemudian Sungmin pun menarik Eunhyuk ke dapur.
“ Jangan katakan kalau kau bermaksud untuk menggunakan Kibum sebagai alat untuk mengalihkan perhatian Eunkyung!” ucap Sungmin.
“Wae? Kurasa itu ide yang brilliant!”
“ Kita kan sudah sepakat akan bersikap netral! Kalau begini artinya kita memberi kesempatan pada Kibum untuk mendekati Eunkyung, lalu bagaimana jika Siwon tahu hal ini?”
“Minie!! Santai aja lah.. Siwon kan hari ini syuting! Lagipula itu jalan satu-satunya kan?’
Ucap Eunhyuk sambil menarik Sungmin kembali ke ruang tv. Kemudian Eunhyuk pun menjelaskan rencana surprise party pada seluruh member yang ada di situ.

****
Jam menunjukkan pukul sepuluh malam, Eunkyung membuka matanya dengan enggan dan tangannya mulai mencari-cari sumber bunyi yang membuatnya terbangun. Eunkyung kemudian membuka handphonenya dan menemukan ada satu sms masuk ke inboxnya.

Eunkyung ah..mianhae...tapi bisakah kau ke taman sebentar?

Eunkyung mengerutkan dahinya, dan berfikir sejenak. Eunkyung kemudian teringat saat terakhir kali mereka bertemu, saat itu Kibum mengerjainya dengan berpura-pura akan meninggalkan suju.
“Awas ya kalau kali ini kau berani membodohiku!” ucap Eunkyung.
Beberapa menit kemudian Eunkyung pun tiba di taman, Kibum melihat Eunkyung dan menyambut gadis itu dengan senyumnya yang manis.
“Akhirnya kau datang juga..” sahut Kibum
“ Setelah apa yang kau lakukan..tadinya aku tidak akan datang, tapi karena aku ini adalah satu-satunya sahabatmu maka aku putuskan untuk datang..”
“Yeah..kau adalah satu-satunya wanita-ku..” ucap Kibum dengan senyum yang menggoda.
“Aish.. senyummu tidak bekerja untukku!” ucap Eunkyung sambil tersenyum.

Sementara Eunkyung dan Kibum bercakap-cakap, para member suju berubah menjadi petugas pesta yang sibuk menyulap halaman depan rumah Eunkyung. Ryeowook dan Seungmin sibuk menata lilin aromatheraphy ke berbagai sudut halaman, Heechul dengan semangat yang membara menyuruh Hankyung dan Kangin untuk meniup balon berbentuk hati hingga mulut keduanya kaku, sedangkan Kyuhun dan Shindong sibuk dengan kertas hiasan. Tiba-tiba perhatian Heechul teralih pada sikap Yesung yang hanya duduk didepan kue tanpa berbuat apa-apa.
“Hei Yesung! Apa yang kau lakukan?” teriak Heechul
“sst… aku sedang mengawasi kue ini dari intaian Shindong!” ucapnya
“Wkwkwk..betul-betul! Baiklah kau lanjutkan saja pengawasanmu! Aku serahkan tugas ini padamu!”
Yesung mengangguk dengan mantap, “Hyung.. aku akan memberikan yang terbaik!”
Mendengar percakapan Heechul dan Yesung, Shindong hanya menggeleng-gelengkan kepalanya. “ Kau yakin kalau mereka itu adalah hyungmu Kyu?” tanya Shindong yang kemudian dijawab Kyuhyun dengan gelengan kepala dan senyum yang ditahan.,. Beberapa saat kemudian, Leeteuk dan Eunhyuk yang baru menyelesaikan siaran SUKIRA ( Suju Kiss The Radio) datang dengan membawa sekantung makanan dan minuman.
Sementara member lainnya masih sibuk mempersiapkan pesta, Dua member suju yang lain yaitu Donghae dan Siwon, baru saja menyelesaikan syutingnya dan mereka saat ini sedang berada dalam sebuah van yang dikemudikan oleh manajernya, Donghae yang tertidur kemudian tiba-tiba terbangun dan melihat Siwon yang masih terjaga.
“Kau tidak tidur?” tanya Donghae sambil menahan kantuknya.
“Sebentar lagi juga sampai kok”
“oh iya, tadi Teukie hyung sms, mereka sedang menyiapkan surprise party untuk Eunkyung. Sebaiknya kita kesana saja.. bagaimana menurutmu?”
“Tentu kita harus datang, meskipun lelah aku rasa kita tidak boleh melewatkan hal ini.” Sahut Siwon dengan nada yang gembira, ia membayangkan ekspresi Eunkyung yang kaget karena kedatangannya. Ia pun melirik jam tangannya masih ada setengah jam lagi sebelum jam 12.
***
Waktu menunjukkan pukul 12 tepat, Kibum mengeluarkan sebuah kotak dan memberikannya pada Eunkyung. Eunkyung menatap Kibum dan tersenyum, kemudian ia mengambil kotak itu dan membuka nya dengan perlahan. Kilauan kalung perak itu membuat Eunkyung terpaku.
“ ah..neomu yeoppo!!” ucapnya, kemudian ia memandang Kibum “ Oppa.. aku tak bisa menerima ini..ini terlalu mewah untukku.”
Kibum mengambil kalung itu dan memakaikannya ke leher Eunkyung. Kemudian dengan ragu-ragu ia menyentuh rambut Eunkyung.
“ Hei, tidak ada yang terlalu mewah untuk gadis sepertimu” ucap Kibum lembut.
“Oppa… kalau kau seperti ini maka orang-orang akan salah paham! Lagipula sebaiknya kau berikan kalung untuk kekasihmu saja!” ucap Eunkyung sambil berusaha melepaskan kalung itu, namun Kibum langsung memegang tangan Eunkyung dan mengajaknya kembali ke rumah Eunkyung. Begitu tiba di rumah, para member langsung menyambut Eunkyung dengan lantunan lagu selamat ulang tahun.
“ Saengil Chukae.. Eunkyung ah!!!!!!” sahut para member superjunior dengan wajah yang ceria, Eunkyung menatap wajah para member dengan perasaan penuh haru kemudian matanya menangkap sesosok pria yang menatapnya dengan pandangan sinis. Pria itu adalah Siwon. Eunkyung tidak mengerti apa yang menyebabkan Siwon seperti itu, namun tiba-tiba suara Donghae menyadarkannya.
“Hei.. kalian jadian ya?” ucap Donghae semangat.
“Apa maksud mu?” tanya Kibum
“Kalian bergandengan tangan..Trus kalung itu juga inisialnya EK..” sambung Kyuhyun dengan penuh curiga, kemudian ia melihat wajah Siwon yang jutek dan Kyuhyun pun langsung menutup rapat mulutnya
“Ah.. kurae ! EK itu Eun Kyung!Kalian ini berfikir apa memangnya?” ucap Sungmin kikuk.
“EK itu bukannya Eunkyung Kibum ya?” ucap Eunhyuk kepada Sungmin, Sungmin menyenggol tangan Eunhyuk dan dengan isyarat mata, Sungmin mencoba memberitahu Eunhyuk bahwa saat ini pria bernama Choi Siwon tengah dibakar api cemburu.
Kemudian sang leader Leeteuk mengajak Eunkyung dan para member untuk mulai menikmati pesta ultah Eunkyung, ketika pesta itu berlangsung Eunkyung hanya memandang Siwon yang sejak tadi hanya duduk dan memegang kaleng softdrinknya, Siwon terlihat tidak tertarik sama sekali pada pesta itu. Ketika member yang lain asyik menikmati pesta, Eunkyung berusaha untuk berbicara dengan Siwon akan tetapi ketika ia mulai mendekat tiba-tiba Siwon bangkit dari kursinya.
“Guys.. aku kembali ke asrama duluan. Aku letih! Annyeong!” ucap Siwon, matanya melihat Eunkyung sekilas kemudian ia segera membuang pandangannya dan bergegas pulang. Eunkyung terdiam mencoba menganalisis apa yang terjadi, kemudian ia pun mengejar Siwon.
“Oppa!!tunggu!” teriak Eunkyung, namun Siwon terus berjalan seolah-olah ia tidak mendengar panggilan Eunkyung,
Eunkyung mempercepat larinya dan kali ini ia mencengkram lengan baju Siwon.
“Oppa..” panggil Eunkyung dengan nafas yang tersengal-sengal..
Siwon menghentikan langkahnya dan berbalik menghadap Eunkyung. Ditatapnya gadis itu dengan ketus, Eunkyung merasakan amarah Siwon yang memuncak ia pun merasa lidahnya menjadi kaku hingga ia tak sanggup untuk berkata-kata.
“Mau apa kau?”
“Oppa, kau kenapa? Kenapa kau bersikap seperti ini padaku?”
“Aku kenapa?!”
“ Oppa.. aku tidak ada hubungan apa-apa dengan Kibum.”
“Oh ya? Kenapa aku harus tahu tentang hubungan kalian? Apakah kita ini pacaran? Atau mungkin kau mengira aku menyukaimu?”
Eunkyung terdiam dan tak mampu menjawab pertanyaan yang meluncur dari mulut Siwon. Siwon menatap gadis itu sekali lagi kemudian ia memejamkan matanya, “Jangan ganggu aku! Aku capek dan aku ingin istirahat!” ucapnya sambil pergi meninggalkan Eunkyung. Eunkyung menatap punggung Siwon yang semakin menjauh darinya, Ia pun terduduk lemas di jalanan, air matanya mengalir dari kedua pelupuk matanya dan untuk menahan laju airmatanya Eunkyung pun menggigit bagian bawah bibirnya. Namun ternyata ia tak sanggup lagi membendung kesedihannya dan akhirnya ia hanya bisa membiarkan airmatanya berjatuhan.
“ Karena Aku menyukaimu oppa…” ucapnya terisak.

To be continued (T_T)/
Created by Abhie.

Himnaeyo Minimarket part 2

Siwon masuk ke apartemen Suju dan melihat Sungmin, Eunhyuk dan Shindong sedang asyik menyaksikan sebuah drama, kemudian ia langsung masuk ke kamarnya tanpa banyak bicara.
“ Siwon!! Mana makanan ku? Aku sudah kelaparan nih!!” teriak Shindong yang bingung karena Siwon hanya pulang sendiri, dan point pentingnya ia pulang dengan tangan kosong.
“Kenapa dia? Mana Ryeowook dan Kyuhyun?” tanya Sungmin pada Shindong
“Ah..molla! aduh perutku…Siwon!!!” Jerit Shindong sambil berguling-guling memegangi perutnya.
Ketika Kyuhyun dan Ryeowook pulang, Shindong pun langsung bangkit dan mengambil tas belanja yang dibawa Kyuhyun dan dengan semangat menggebu-gebu ia langsung menuju dapur yang kemudian diikuti oleh Ryeowook. Kyuhyun melihat kearah kamar Siwon dan kemudian bergabung bersama dengan Seungmin dan Eunhyuk.
“Kyuhyun ah.. Siwon kenapa?” tanya Eunhyuk
Mendengar pertanyaan Eunhyuk, Kyuhyun hanya mengangkat kedua bahunya.
“Kalian bertengkar?” tanya Sungmin khawatir.
“Tadi ia tidak seperti itu, hanya tiba-tiba saja moodnya jadi jelek.” Ucap Kyuhyun
“Tampaknya Siwon terkena virus Heechul hyung, makanya ia jadi aneh..” sahut Eunhyuk, kemudian ia menepuk bahu Kyuhyun, “ Sepertinya kau dan Siwon harus ikut Intimate note!” usul Eunhyuk dengan mukanya yang sok tahu.
“khkhkhkh…” tawa Kyuhyun sambil menganguk-anggukkan kepalanya.
“Ryeowook, tolong kemari sebentar!” panggil Sungmin yang benar-benar penasaran.
Ryeowook pun datang dan menceritakan kejadian yang terjadi secara detail dan lengkap, mulai dari waktu mereka berangkat sampai saat ketika mereka bertemu dengan Ki Bum dan Eunkyung. Ketika mereka serius membicarakan kejadian itu, tiba-tiba Siwon keluar dari kamarnya dan saat itu kebetulan Kibum pun pulang. Kyuhyun, Sungmin, Eunyuk, Ryeowook dan juga Shindong memandang Siwon dan Kibum secara bergantian.
“ Apa?” tanya Siwon, dan kelima cowok itu menggelengkan kepalanya secara serentak. Siwon pun masuk ke dalam kamar mandi sementara Kibum masuk ke kamarnya.
“ Kalian lihat kan?” tanya Sungmin pada para member suju yang sekarang duduk dengan formasi lingkaran.
“Kibum dan Siwon hyung ? Ah tidak mungkin..” ucap Ryeowook ragu.
“Tapi berdasarkan ceritamu dan juga sikap mereka, aku jadi yakin sekali.” Sahut Shindong yang entah sejak kapan bergabung dengan mereka.
“Menurut kalian, Eunkyung lebih suka siapa?” tanya Kyuhyun
“Ini tidak akan membuat Suju pecah kan?” tanya Eunhyuk tiba-tiba dengan nada yang sedih.
“Hei Hyuk jae! Kau kira semudah itu Suju pecah?” ucap Shindong pada Eunhyuk,
“Hal ini sebaiknya kita rahasiakan dulu dari member yang lain, ingat! hanya kita berlima yang tahu tentang hal ini, ok?” ucap Sungmin yang diikuti dengan anggukan kepala dari yang lainnya.
****
Siwon mengeringkan rambutnya yang basah dan menatap pantulan dirinya di cermin, kemudian ia menghela nafas dan keluar dari kamar mandi, ia melihat para member yang tadi berkumpul telah kembali ke aktivitasnya masing-masing, ia pun menuju kamar Kibum. Ia mengangkat tangannya dan bermaksud untuk mengetuk pintu kamar, akan tetapi ia langsung berubah pikiran dan mengurungkan niatnya. Saat hendak berbalik, Kibum tengah membuka pintu kamarnya.
“Ah Hyung!! Kau mengagetkanku saja…kenapa kau berdiri di depan pintu ku?” sahut Kibum dengan nada kaget dan bingung.
“Aku..ehm..tiba-tiba aku ingin mengajakmu bermain basket!” jawab Siwon yang mencoba menutupi rasa kikuknya.
“Hyung…rambutmu saja masih basah, nanti kau malah masuk angin.. besok pagi saja, ok?”
“Araesso…, Istirahat lah!” ucap Siwon sambil menepuk bahu Kibum.
“Hyung... makanannya hampir dingin nih, ayo cepat makan!” teriak Ryeowook.
“ Aku sudah kenyang, kau habiskan saja makanannya.”
“Kenapa sih hyung suka sekali kelaparan? Katakan saja apa yang ingin kau makan, biar aku buatkan untukmu.” Ucap Ryeowook dengan nada sedikit kesal.
“Tidak usah, aku ingin istirahat saja.”
Siwon pun kembali ke dalam kamarnya dan mengunci pintunya. Ia mengambil sebuah bola basket yang terletak dibawah meja dan memutar-mutar bola itu di ujung telunjuknya. Setelah bosan dengan bolanya, ia pun berbaring di tempat tidur dan memejamkan kedua matanya namun ia tetap tidak bisa tidur, akhirnya ia meraih handphonenya dan membuka foto seorang gadis dan sesungging senyum pun kembali menghias wajahnya. Foto itu diambil beberapa bulan yang lalu, gambarnya tidak terlalu jelas karena waktu itu ia memotret secara sembunyi-sembunyi. Awalnya Siwon hanya sekedar iseng tapi sekarang handphonenya justru dipenuhi oleh gambar gadis itu, tiap kali ia merasa lelah ia selalu melihat foto-foto itu dan secara ajaib rasa lelahnya pun hilang.
“Hei, kamu harus tanggung jawab karena membuat ku seperti seorang stalker… dan juga..karena telah membuat detak jantungku tidak beraturan seperti saat ini..” ucapnya pada foto gadis itu.
Kemudian ia menutup handphonenya dan menenggelamkan tubuhnya ke dalam selimut.
“Naega micheo micheo baby…” nyanyinya dengan suara yang keras.
“Siwon!!!!!!!!!!!!!” teriak para member lain yang berada di ruang tv.
“ Sorry..sorry..sorry..sorry..” lanjut Siwon sambil tertawa.
***
Eunkyung menatap jam di tangannya, hari ini ia masuk kuliah jam tujuh pagi maka ia harus berangkat jam enam dari rumahnya.
“Masih ada lima menit lagi Eunkyung..” ucapnya pada dirinya sendiri.
Eunkyung menatap jalanan dengan perasaan harap-harap cemas, karena kejadian semalam ia jadi sulit tidur dan takut kalau Siwon salah paham padanya meskipun ia sendiri tahu bahwa kemungkinan Siwon salah paham sangatlah kecil. Lima menit pun berlalu begitu saja, Eunkyung yang merasa kecewa kemudian menutup pintu pagarnya.
“ Annyeong..” sapa seorang pria dari balik badan Eunkyung.
Suara pria itu membuat Eunkyung langsung merasa lega, Eunkyung segera mengatur ekspresinya dan berusaha menutupi kegembiraannya yang meluap, ia pun membalikkan badannya dan mendapatkan senyuman hangat dari pria itu.
“ Annyeong..” sahut Eunkyung sambil tersenyum.
“Kau mau ke Himnaeyo?”
“Hah? Tidak..aku mau pergi ke kampus..”
“Oh.. kalau begitu bagaimana kalau kita pergi ke halte bersama ?”
“Oke.., tapi halte kan tidak ada di rute lari pagi mu?”
“iya sih.. Tapi sebenarnya aku ada janji dengan temanku disana..”
“Baiklah kalau begitu, ayo jalan!”
Kemudian mereka pun berjalan berdampingan menuju halte bus, mereka berbincang sebentar kemudian bus yang ditunggu Eunkyung pun tiba.
“ Bus ku sudah datang.. lalu oppa?”
“Ah, iya..naiklah! aku akan menunggu temanku sebentar lagi..”
“Kalau begitu aku pergi duluan” sahut Eunkyung, kemudian ia masuk kedalam bus dan duduk di dekat jendela kemudian ia melambaikan tangannya pada Siwon.
Siwon pun membalas lambaian tangan Eunkyung. Ketika bus telah meninggalkan halte, ia pun segera meninggalkan halte tersebut dan melanjutkan lari paginya,
“Eunkyung ah.. mianhae.. hari ini aku terpaksa membohongi mu..dan sepertinya aku harus memasukan halte ke dalam rute lari ku…hehehe..” ucapnya sambil tersenyum.
****
Lima belas menit kemudian Siwon kembali ke apartemennya dan melihat Hankyung dengan muka setengah ngantuk berada di depan tv.
“Hyung.. kau sudah bangun?” tanya Siwon, Hankyung menengok lemas ke arah Siwon kemudian ia mengangguk pelan.
“Hyung..kau kenapa? Kau seperti berada di alam lain saja!” ucap Siwon yang berjalan ke arah dapur dan mengambil segelas air putih, kemudian ia berjalan kembali ke ruang tv, dilihatnya Hankyung masih berada di depan tv dengan pandangan kosong.
“Ah..hyung !! kalau kau masih mengantuk sebaiknya kau kembali ke dalam kamarmu, orang lain akan mengira kau baru melihat hantu!”
“Siwon.. aku melihatnya..” ucap Hankyung tanpa menengok ke arah Siwon, “ bukan hanya satu tapi makhluk itu ada dua.. mereka ada di dalam kamar ku..”
Siwon membelalakkan matanya dan melihat ke arah kamar Hankyung, tangan kirinya membentuk huruf ‘v’ yang diartikan sebagai angka dua, sedangkan tangan kanannya dengan aktif menunjuk ke kamar Hankyung. Hankyung mengangguk lagi sebagai jawaban dari gesture tubuh Siwon.
“Benarkah?Hyung.. ini sudah pagi.. hantu tidak akan muncul di pagi hari kan?”
“Mereka datang saat tengah malam dan mereka berisik sekali dan membuat aku tidak bisa tidur..”jawab Hankyung.
“Ah.. kepalaku pusing.. Siwon, ambilkan segelas air untukku..” sahut Heechul yang keluar dari kamar Hankyung.
“Itu dia hantunya.. dan yang satu lagi sepertinya masih tidur..”ucap Hankyung
Siwon pun tertawa mendengar ucapan Hankyung, ia lalu mengambilkan segelas air putih untuk Heechul, Heechul meminum air itu kemudian duduk disamping Hankyung, ia menyenderkan kepalanya pada bahu Hankyung.
“ Ah aku tidak tahu kalau suara dengkuran Yesung lebih parah dari sirine ambulan..” sahut Heechul.
“Hei.. aku lebih tidak tahu kalau kalian tidak punya tempat tidur sendiri!” ucap Hankyung sambil mengusir kepala Heechul dari bahunya.
“AH!!!” Teriak Heechul, “ kepalaku ini sakit sekali tahu.. kemarin aku terlalu banyak minum, dan salah sendiri kenapa kamarmu yang paling dekat dengan pintu?”
“Kau ini cari-cari alasan saja! Mengapa kau pulang sangat larut?” tanya Hankyung
“Ini semua karena ulah reporter yang memberitakan bahwa aku dan Mithra jin adalah gay. Jadi menurut Mithra, sebaiknya ia bertemu kekasihnya secara terang-terangan di depan public sementara jika denganku harus dilakukannya secara sembunyi-sembunyi..ah sungguh merepotkan!”
Siwon dan Hankyung tertawa mendengar penjelasan Heechul yang aneh, tiba-tiba Yesung keluar dari kamar Hankyung.
“Hei.. kau! Kenapa kau tidur di kamar ku?” teriak Hankyung.
“Aku merasa kesepian.. Saat itu aku lihat Heechul hyung masuk ke kamarmu dan sepertinya ide yang bagus kalau kita tidur bersama.. ” ucap Yesung yang kemudian menuju ke kamar Kyuhyun. “ Aku tidur dulu ya… semalam tidurku tidak nyenyak, kurasa tidur bertiga adalah ide yang salah sebaiknya aku tidur berdua saja.” Ucapnya sambil menutup pintu.
“ Oh Tuhan bukankah kau sudah mengirim Heechul sebagai cobaan untukku? Tapi mengapa kau kirimkan satu makhluk lagi bernama Yesung?” teriak Hankyung.
“ Ah!! aku mau nasi goreng Beijing…”Ucap Heechul tiba-tiba.
Hankyung menatap Heechul dengan pandangan tidak percaya, akan tetapi Heechul malah berpura-pura tidak melihat ekspresi Hankyung.
“ Nasi goreng Beijing…nasi goreng Beijing, Adakah seseorang yang berbaik hati membuatnya untukku? Ah.. perutku lapar..kepalaku pusing..nasi goreng Beijing datanglah padaku…”
“Haish!!!!!” teriak Hankyung yang kemudian bangkit dari Sofa dan menuju ke dapur.
“ Hyung..perlu bantuan ku?” tanya Siwon.
“ Tidak usah, kau nonton saja dan urusi makhluk itu!” ucap Hankyung sambil menunjuk Heechul.
Heechul dan Siwon tertawa melihat sikap Hankyung yang sibuk mengomel tapi tetap membuat nasi goreng andalannya.
“ Saranghae Hankyungie !!” teriak Heechul
“ Aku tak butuh ucapanmu itu!!” ucap Hankyung yang akhirnya tersenyum.
***
Hari sudah siang dan asrama suju menjadi sunyi dan tenang, seluruh member sedang melakukan aktivitasnya masing-masing kecuali Donghae dan Kibum. Karena asrama menjadi terlalu sepi, Donghae pun masuk kedalam kamar Kibum.
“Hoi.. kau sedang apa?”
“ Oh.. hyung! Aku sedang membaca naskah drama.” Jawab Kibum
“Pantas akhir-akhir ini kau sibuk, kapan mulai syuting?”
“Aku belum memutuskan untuk mengambil peran ini, aku masih harus mempelajari dua naskah lagi..”
Donghae pun kemudian berbaring di kasur Kibum, kemudian matanya menangkap sebuah bungkusan berisi coklat di atas meja. Kemudian ia mengambil bungkusan itu dan mencoba membukanya, namun usahanya dihentikan oleh Kibum.
“Ah, hyung! Kau tidak boleh memakan ini!” ucap Kibum sambil mengambil bungkusan cokelat dari tangan hyungnya, kemudian ia merapikan kembali bungkusan itu.
“ Kenapa? Memangnya cokelat itu begitu special ya? Siapa gadis yang memberimu cokelat ini?” tanya Donghae penuh selidik.
“ Hyung..” ucap Kibum dengan nada enggan.
“ Arraseo.. tapi bagaimana dengan Eunkyung? Aku tak mengira kalau kau ini ternyata seorang cassanova juga.”
“ Maksudmu itu apa hyung?”
“Bukankah kau menyukainya? Masa kau menerima cokelat dari gadis lain?”
Kibum tertawa mendengar ucapan Hyungnya, ia sama sekali tidak menyangka bahwa Donghae akan berkata demikian.
“Hyung.. cokelat ini aku yang beli!! Lagi pula kenapa kau mengatakan bahwa aku menyukainya?”
“Kau tak usah pura-pura.. aku tahu kau suka dia, hyungmu ini adalah ahli dalam urusan percintaan, kelak kalau ada masalah kau bisa cerita padaku!”
“Hyung, kalau kau merasa bosan sebaiknya kau cari kegiatan lain saja! jangan mengganggu ku!” ucap Kibum sambil menarik tangan Donghae dan menyeretnya keluar.
Setelah Donghae keluar kamar, Kibum mengambil bungkusan cokelat itu dan memandanginya kemudian ia teringat perkataan Donghae.
Eunkyung?? Aku suka padanya?
Kibum pun terdiam sesaat, ia memang suka jika berada bersama dengan Eunkyung, ia suka saat tertawa bersama gadis itu, bahkan ia juga suka ketika mereka berdua hanya sama-sama terdiam. Eunkyung adalah satu-satunya orang yang ingin diajak berbagi olehnya, selama ini Kibum selalu menjadi seseorang yang introvert tapi jika bersama gadis itu ia seakan bisa menceritakan apa yang ada pikirannya. Kibum kemudian menghentikan pikirannya sebelum dirinya berubah menjadi aneh, kemudian ia pun meletakkan bungkusan cokelat itu ke dalam laci mejanya. Ia mengambil naskah dramanya dan mencoba membacanya kembali akan tetapi saat ini otaknya tidak mau bekerjasama karena sekarang yang ada di kepalanya hanyalah ucapan dari Donghae.
“Argh….hyung!!!!!!!” teriak Kibum frustasi.
***
To Be Continued..(^_^)
Created by Abhie….

Himnaeyo Minimarket part 1

Eun kyung menutup pintu pagar rumahnya, jam ditangannya menunjukkan pukul enam pagi, di jam seperti ini biasanya ada seorang yang selalu melakukan lari pagi melewati rumahnya dan selama tiga bulan ini pria itu selalu memenuhi ruang di hati dan pikiran Eun Kyung, kemudian ia memeriksa jalan di kiri kanannya namun tetap tidak ada bayangan orang yang dinantinya itu, dengan berat hati ia pun melangkahkan kakinya menuju sebuah minimarket yang hanya terletak beberapa blok dari rumahnya. Dari kejauhan terlihat beberapa gadis menenteng sebuah tas jinjingan di depan sebuah gedung apartemen yang berada tepat di depan minimarket. Eun Kyung kemudian masuk kedalam minimarket bernama Himnaeyo Minimarket dan bersiap-siap untuk membuka minimarket itu. Tak lama kemudian, Lee Dae Ho, putra pemilik minimarket datang dan menyapa Eun Kyung.

“ Annyeong.. Eun Kyung ah.. kenapa kamu masih bekerja disini?”

“ Memangnya kenapa? Aku hanya ingin membantu ajumma kok..”

“ Kau ini pelajar kan? Bukankah liburan telah usai? Kau harus berkonsentrasi pada kuliah mu..” sahut Dae Ho sambil mengacak rambut Eun Kyung.

“Gwenchana.. kuliah ku dimulai jam sepuluh kok, dari sini ke kampus kan hanya butuh waktu satu jam.” Jawab Eun Kyung cuek, kemudian ia melap kaca minimarket, namun matanya tertuju pada gedung apartemen yang masih dipadati para gadis yang berpakaian seragam. Kemudian Dae Ho menghampiri Eun Kyung dan berdiri disampingnya.

“Hah.. setiap kali selalu saja membuatku iri..” keluhnya sambil ikut memandangi apartemen iu.

“ Hahaha.. kau ini ada-ada saja Oppa!! Kalau kau begitu iri, kenapa kau tidak pernah mengikuti audisi sekalipun?”

“ Maksud mu itu apa? Dengan suara seperti ini, mereka akan segera menendang ku keluar !!”

Tiba-tiba beberapa gadis berpakaian seragam masuk, Dae Ho pun segera menyapa mereka dan setelah berbincang sesaat gadis-gadis itu menyerahkan tas yang dibawanya sejak pagi tadi, setelah para gadis itu menitipkan barangnya, Dae Ho pun memberi sinyal pada Eun kyung dengan cara mengangkat kedua tangannya yang dipenuhi tas-tas, Eun Kyung mengangguk dan kemudian mengambil sebuah kotak yang diberi label SUPER JUNIOR.

“Kurasa sebaiknya minimarket ini ditutup dan diganti menjadi tempat penitipan barang khusus suju..” ucap Dae Ho sambil memasukkan tas-tas itu dengan hati-hati.

“ Aku rasa itu ide yang sangat baik…”ujar seorang pria bertopi dan berkacamata.

“ AH.. selamat datang di Himnaeyo Minimarket..” sapa Eun Kyung

Pria itu membuka topi dan kacamatanya, dan ternyata pria itu adalah Lee Teuk.

“ Annyeong Eun Kyung ah… hari ini banyak gadis cantik didepan apartemen, tapi karena pasta gigi ku habis,aku jadi tidak bisa menyapa mereka..”

“ Owh pantas! dari tadi aku bertanya-tanya kenapa belum ada satu pun member yang keluar gedung, ternyata karena kehabisan pasta gigi!” ucap Eun Kyung terkekeh yang kemudian dengan sigap mengambil pasta gigi untuk leader gokil itu.

“ Eunkyung.. seharusnya kamu marah pada Lee teuk..” sambung Dae Ho

“Memangnya kenapa?”

“ Dia bilang ia tidak bisa menyapa fansnya yang cantik karena ia belum sikat gigi, lalu kenapa dia justru mengajak kamu ngobrol??” pancing Dae Ho

Mendengar pernyataan Dae Ho, Eun Kyung kemudian memandang Lee Teuk dan berpura-pura akan meletakkan pasta gigi ditempatnya semula.

“ Hei Dae Ho.. kamu ini sedang berkata apa? Tentu saja aku tidak perlu malu dengan Eun Kyung, Eun Kyung kan istriku..”sahut Lee Teuk yang kemudian mengedipkan matanya ke arah Eun Kyung.

“ Hei Teukie.. kamu sedang menggoda Eunkyung kami ya?” ujar Heechul yang datang bersama dengan Siwon dan Kang In

“ Hyung sadar deh.. kamu itu ajjussi bagi Eun Kyung..” sambung Kang In

“ Ajjussi?? Kalau aku ajussi, berarti kalian juga ajjussi tahu!” protes Lee Teuk.

Di saat Dae Ho, Lee Teuk, Heechul dan Kang In terlibat dalam obrolan pagi mereka yang ribut, Siwon lebih memilih untuk mengelilingi minimarket dan memilih barang-barang yang diperlukan. Sementara itu Eun Kyung memilih diam dan berpura-pura membereskan pasta gigi yang sebenarnya sudah rapi itu, matanya mengikuti gerakan Siwon yang terpantul dari kaca pengawas, kekecewaan yang dirasakannya tadi pagi seolah menguap ke udara. Jantungnya berdetak lebih cepat ketika Siwon berjalan ke arahnya, Eun Kyung berusaha keras menguasai hati dan senyumnya yang makin mengembang.

“ Hai…, Eun Kyung ah! aku ingin pasta gigi yang kau pilihkan waktu itu, tapi mereknya aku lupa..bisakah kau mengambilkannya untukku?” sahut Siwon yang diikuti dengan gesture tubuhnya yang cute.

“ O ” angguk Eun Kyung yang kemudian menyerahkan sebuah pasta gigi pada Siwon.

“ Gomawo..” sahut Siwon sambil memandangi pasta gigi itu, “ehm…”gumamnya sambil berfikir sejenak.

“ Ada lagi yang kau butuhkan?”

“ Ha? Tidak..tidak ada.” Jawab Siwon sedikit terkejut

“ Ehm..Tadi kamu tidak lari pagi ya?”

Siwon menjawab pertanyaan Eun Kyung dengan anggukan pelan, “ Tadi terlalu banyak fans..”lanjutnya.

Mereka berdua kemudian menjadi sama-sama diam, Eun Kyung berusaha memulai sebuah percakapan namun tiba-tiba Dae Ho berteriak mengingatkan EunKyung untuk berangkat kuliah. Eun kyung sedikit menyesal karena ia hanya sebentar bertemu Siwon, kemudian ia mengambil tas nya yang diletakkan di meja kasir.

“ Eun Kyung…sekarang sudah jam 09.15, kau tidak terlambat?” Tanya Dae Ho

“Gwenchana..”

Pada saat itu kebetulan ada seseorang yang keluar dari parkiran apartemen, orang itu mengendarai sebuah motor hitam yang sangat keren.

“ Dong Hae!!!!” teriak Lee Teuk

Dong Hae yang mendengar panggilan hyungnya langsung menuju ke himnaeyo, kemudian ia melepas helmnya.

“ Oi Hyung, ada apa?”

Lee Teuk kemudian menyeret Eun Kyung dan membawanya kehadapan Dong Hae dan Dong Hae pun mengerti maksud Hyungnya itu.

“Naiklah..” sahut Dong Hae sambil menepuk jok kursi motornya.

“ Hah? Tidak usah.. aku berangkat naik bus,.”ucap Eun Kyung

“ Kau perlu menunggu 15 menit lagi untuk naik bus berikutnya!!” ucap Lee Teuk

Eun Kyung membalikkan badannya dan memandang Lee Teuk dan memberikan isyarat kalau ia tidak mau pergi, namun tiba-tiba Dong Hae memasang Helm padanya.

“Ayo..” sahut Dong Hae sambil menarik tangan Eun Kyung.

Atas paksaan dari Lee Teuk dan Dong Hae, Eun Kyung pun dengan berat hati pergi meninggalkan minimarket itu.

***

Pukul 20.00

Eun Kyung menatap handphonenya dan kemudian melemparnya ke atas tempat tidur, kemudian ia duduk di kursi dekat jendela dan memandang jalanan yang sepi. Sebenarnya ia sangat ingin pergi ke Himnaeyo dan bertemu dengan para member suju khususnya Siwon, tapi ia tak punya alasan untuk pergi kesana karena ia bukan lagi pekerja part time minimarket itu.

“ Ah.. aku ingin sekali ke Himnaeyo…”gumamnya

Kemudian bayangan Siwon muncul dimatanya, Eun Kyung tersenyum mengenang pertemuan pertamanya dengan cowok itu, saat itu Eun Kyung baru pindah ke rumah sewanya yang sekarang dan tiba-tiba ada seorang cowok yang mengendap-endap dan masuk, cowok itu kemudian bersembunyi dibalik pagar, karena Eun Kyung hanya tinggal sendiri maka ia menjadi mudah panik dan mengambil sebuah panci dari dapur dan dengan sekuat tenaga ia kemudian memukuli cowok itu, cowok yang kesakitan itu mengambil panci dari tangannya dan kemudian menutup mulutnya, cowok itu kemudian bersembunyi lagi dibalik pagar dan kali ini bersama dengan Eun Kyung, dan sesaat kemudian ketika segerombolan gadis yang tadi mengejarnya pergi menjauh, cowok itu pun melepaskan Eun Kyung dan menjelaskan bahwa ia tidak bermaksud jahat dan ia juga minta maaf karena sudah berlaku tidak sopan, dan kemudian cowok itu pergi dengan terburu-buru tanpa menyebutkan identitasnya dan seminggu kemudian Eun Kyung baru mengetahui kalau cowok itu ternyata adalah Choi Siwon anggota Super Junior.

Suara dari handphonenya kemudian menyadarkan Eun Kyung dari lamunannya, ia kemudian mencari handphonenya yang terlantar di tempat tidur. Ada 1 sms yang masuk ke inboxnya, dan ia pun membuka sms yang ternyata berasal dari Ki Bum

Ø Eun Kyung ah.. aku punya dua ice cream lho…( ^0^)/

Eun Kyung membaca sms itu dan tersenyum, tiba-tiba satu per satu sms masuk ke inboxnya.

Ø Eun Kyung ah…satu ice cream hampir meleleh ditangan ku nih…

Ø Eun Kyung ah…kamu harus membantuku menghabiskan ice cream ini, sekarang aku ada di taman.. ayo cepat kemari….

Ø Eun Kyung ah…<(T_T)> Kamu jangan senyum2 saja,,cepat pakai sendalmu!!

Sms yang terakhir ini justru membuat Eun Kyung tambah tertawa dan menggeleng-gelengkan kepalanya, kemudian ia pun memakai sendalnya dan bergegas meninggalkan rumahnya.

***

Ki Bum duduk di ayunan taman, sementara kedua tangannya memegang es krim. Setelah menunggu selama sepuluh menit akhirnya Eun Kyung datang hanya dengan menggunakan piyama dan sweater saja. Eun Kyung lalu mengambil es yang disodorkan Ki Bum dan kemudian duduk di ayunan di sebelah Ki Bum.

“ Tak ada yang ingin kamu tanyakan?” Tanya Ki Bum ketika Eun Kyung sibuk menjilat esnya.

Eun Kyung menggeleng dan sesaat kemudian Eun Kyung melihat kearah Ki Bum,

“ Oppa pasti akan bercerita jika memang ada yang ingin dikatakan.. iya kan? Lagipula, Oppa bukannya tidak suka diinterogasi?”

Ki Bum tertawa mendengar Eun Kyung dan kemudian menyuruh Eun Kyung untuk menghabiskan esnya

“Oppa.. kamu sepertinya agak aneh..”

“Betulkah?” sahut Ki Bum sambil tersenyum getir, “ Eun kyung ah…Apa yang sebaiknya harus kulakukan dengan Suju?” Tanya Ki Bum, kali ini ekspresinya berubah menjadi serius.

Eun Kyung terbatuk ketika mendengar pertanyaan Ki Bum, kemudian ia menatap kedalam mata pria yang duduk disampingnya itu dan mencoba menyelidiki apakah yang diucapkan Ki Bum barusan hanyalah sebuah candaan atau tidak.

“ Ke.. Kenapa? Oppa sebenarnya kau ada masalah apa?”

Ki Bum menghindari tatapan Eun Kyung dan melempar pandangannya ke arah lain, Tindakan Ki Bum tersebut membuat Eun Kyung bertambah risau.

“Oppa…kau tidak akan keluar dari suju kan?”

Ki Bum beranjak dari ayunannya dan berjalan beberapa langkah, ia mengepalkan tinju dan menempelkannya ke bibirnya sementara tangan yang lain dimasukkannya kedalam saku celana, tak lama ia pun berbalik dan memandang Eun Kyung yang terpaku diam, Ki Bum menutup bibirnya dengan lebih rapat dan berusaha untuk menyembunyikan sesungging senyum yang ada di ujung mulutnya, kemudian ia pun tak mampu menahan tawanya lagi.

“ Oppa babo!!!!!!!!!!” jerit Eun Kyung sambil bangkit dari ayunannya.

“Eun Kyung ah.. mianhae,..”ucap Ki Bum sambil berusaha menahan tawanya.

Eun Kyung menatap Ki Bum dengan tajam, ia tak mampu mengucapkan sepatah kata lagi, ia pun berjalan meninggalkan Ki Bum. Melihat Eun Kyung begitu marah, Ki Bum pun segera mengejarnya dan merangkul bahu Eun Kyung dengan tangan kanannya.

“Eun Kyung ah.. aku hanya bercanda..jangan marah lagi ya.. nanti cantiknya hilang lho!” goda Ki Bum.

“Oppa!!! Jadi kamu memanggilku hanya karena ingin menipuku?”

“Hei..aku sebenarnya tidak merencanakan ini, tapi entah kenapa aku jadi ingin mengisengi kamu.. hhehe, mungkin karena kamu terlalu imut..”

“Hah.. aku sudah mau gila!! Kalau Lee Teuk, Heechul atau Eunhyuk oppa yang berkata seperti ini mungkin aku tidak akan mudah percaya,..tapi.. tapi..”

“Hei..memangnya aku terlihat ingin meninggalkan suju?”

“ Aku mana tahu jalan pikiranmu!!”

“ Aku berjanji kalau aku tidak akan mengucapkan lelucon bodoh ini lagi, tapi jangan marah lagi ya.. gimana kalau kita beli sebatang cokelat?”

“ Cokelat? Di Himnaeyo?”

“ Ah.. Kamu ini memang penggemar Himnaeyo!! Baiklah, ayo jalan!!” ujar Ki Bum dengan penuh semangat.

Ketika mereka menuju Himnaeyo, secara tak sengaja mereka bertemu dengan Kyuhun, Ryeowook dan Siwon. Kyuhun dan Ryeowook menenteng tas plastic besar berisi sayuran dan bahan makanan lain.

“Hei, kalian kenapa jalan kaki? Bukankah tadi kalian membawa mobil?” Tanya Ki Bum heran.

“Mobilnya mogok kehabisan bensin! Mungkin manajer kita lupa mengisi tangkinya..”jawab Kyuhun, kemudian Kyuhun melihat tangan Ki Bum yang merangkul bahu Eun Kyung, “ Hyung.. kalian berkencan?” tanyanya.

Eun Kyung langsung menggerakan bahunya agar Ki Bum segera melepaskan tangannya dari bahu Eun Kyung. Eun Kyung tampak kikuk dan ia melihat kearah Siwon yang dari tadi hanya memutar-mutar kunci mobilnya tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Wah, ini kencan rahasia ya? Eun Kyung.. kau harap maklum ya, Ki Bum memiliki banyak fans soalnya..”ucap Ryeowook

“Hah? Aku..aku..tidak berkencan dengan Ki Bum oppa, sungguh..kita hanya teman.. sungguh..” ucap Eun Kyung panik

“Kau kencan sungguhan juga bagus kok,, iya kan Hyung?” sahut Kyuhun yang meminta persetujuan pada Siwon, namun Siwon terus berjalan kedepan tanpa memperdulikan Kyuhun.

“Hyung!! Aku ini bertanya padamu!! mengapa kau tidak menjawabku?” teriak Kyuhun kesal.

“Berisik!!!” teriak Siwon

“Hyung!! Bukankah kau mau membeli sesuatu di minimarket? Kenapa malah masuk ke gedung?” Tanya Ryeowook ketika melihat Siwon langsung bergegas kedalam gedung apartemen.“Kenapa hyung moodnya jadi aneh begitu?” gumam Ryeowook.

“ Ah sudahlah.. ayo kita masuk juga! Shindong hyung sms terus nih.. sepertinya sebentar lagi dia akan berubah jadi hantu kelaparan.” Ajak Kyuhun.

“Baiklah, kami masuk duluan ya, Eun Kyung ah… annyeong!” ucap Ryeowook.

Ketika Ryeowook dan Kyuhun masuk kedalam gedung, Ki Bum mengajak Eun Kyung masuk ke Himnaeyo namun sepertinya semangat Eun Kyung menurun sehingga ia lebih memilih pulang, Ki Bum yang heran dengan sikapnya hanya bisa menurut dan berniat untuk mengantarkannya pulang tapi Eun Kyung bersikeras untuk pulang sendirian. Di perjalanan pulang, Eun Kyung tidak henti-hentinya menghela nafas panjang kemudian ketika ia sampai di taman ia duduk lagi di ayunan yang sama yang ditempatinya ketika bertemu Ki Bum. Di ayunan itu Eun Kyung mengingat kejadian tadi, ia mencoba menganalisis sikap Siwon yang berbeda dari biasanya, Mungkinkah Siwon cemburu? Mungkinkah kalau Siwon juga ternyata menyukainya? Pertanyaan-pertanyaan itu berputar di dalam kepalanya, namun ia tidak mau memberikan harapan yang terlalu tinggi untuk hatinya dan tiba-tiba dia teringat kunci mobil yang dimainkan Siwon.. Ah, apakah karena mobilnya mogok ya? Mungkin itu adalah alasannya…tidak!! itu bukan mungkin, tapi memang adalah alasannya.. ya itu adalah satu-satunya alasan yang masuk akal saat ini..

Eun Kyung pun menyerah dan menganggap bahwa perubahan mood Siwon adalah karena mobil itu, ia kemudian memandang langit malam yang semakin gelap dan mengharapkan ada satu bintang yang muncul yang dapat menerangi malam itu dan juga hatinya yang sedikit muram.

To be continued….(^_^)

Created By: Abhie

Minggu, 05 April 2009

Chigirie

Chigirie,,, Sebenernya apa c chigirie ntu???

poko'na ni adalah salah satu seni dari negeri matahari terbit alias jepang dan yang jelas ni adalah salah satu produk yang Gw tawarkan ....

eits... ni diye koleksi chigirie yang gw kasih intip..


























ada PIGURA
berbingkai juga lho,,







untuk hiasan dinding ini dimulai dari 100 rb sampe 300 ribu,... cukup murah untuk sebuah dekorasi unik kan??ayo segera hiasi kamar or rumah kamu agar lebih berasa atmosfer oRieNTalNya!!!

selain itu ada pernak-pernik lucu lainnya lho.. kayak yang muncul dibawah ini nih..
















Sekian dulu pamerannya,... lucu2 kan ?? ini masih belum sebagian lho!! masih banyak produk imut yang menanti pesanan anda!!! thanks 4 ur attention. n_n


AriGato Gozaimas....

Site Meter