Minggu, 21 Maret 2010

Unforgettable Hokkaido

Created By Abhie.

Akhirnya aku mendaratkankan kakiku di tanah di Pulau Hokkaido, Pulau kedua terbesar setelah Pulau Honshu di negeri matahari terbit. Aku kemari untuk menemui pamanku yang sejak beberapa tahun yang lalu telah menetap di Pulau ini, tepatnya di sebuah Kota bernama Kota Asahikawa di Subprefektur Kamikawa, Karena panoramanya yang indah kota ini biasa disebut sebagai Kota wisata. Ah….aku sangat beruntung sekali berada disini, maklum orang jepang saja belum tentu dapat ke pulau ini karena biaya transportasi dan penginapan yang cukup mahal. Papan petunjuk cuaca memperlihatkan 20 derajat celcius, ehm..cukup dingin juga. Aku merapatkan sweaterku dan melihat arloji ditanganku, jam menunjukkan pukul sepuluh pagi. Aduh..aku tidak sabar untuk bertemu Paman kesayanganku itu, disini ia membuka usaha penginapan untuk para turis lokal dan mancanegara. Sambil menunggu jemputan, aku pun membuka kamus Bahasa Jepangku. Ponselku berdering dan ternyata panggilan dari Pamanku. Aku menjawab panggilannya dan aku pun segera menuju ke luar bandara. Tiba-tiba seorang Pria menubrukku dan menyebabkan Hp ku terjatuh, aku terdiam melihat ponselku tergeletak tidak berdaya di lantai.
“Gomenasai..” ucapnya sambil membungkuk, ia pun memungut dua buah ponsel yang jatuh dilantai. Kemudian ia pun menyerahkan ponsel ku dan pergi dengan terburu-buru. Aku masih terdiam melihat ponsel yang baru kubeli dengan tabunganku sendiri, Hiks layarnya mati! Ponsel yang baru kubeli dua hari yang lalu mati! Aargh!!!!!!!!! Aku menoleh ke belakangku dan mencari sosok pria menyebalkan yang membuat ponselku rusak. Setelah mempercepat langkahku akhirnya aku melihatnya, pria itu mengenakan sebuah topi, masker dan jaket coklat muda. Style yang cukup aneh bagiku. Pria itu pun melihat kearahku dan ia pun sepertinya hendak menghampiriku. Tiba-tiba segerombolan gadis yang membawa-bawa spanduk berlari ke arahku. Aku pun bingung harus berbuat apa dan belum sempat aku minggir tiba-tiba ada seorang gadis yang menabrakku hingga aku terjatuh. Ah sial! Tadi ponsel ku jatuh dan sekarang aku sendiri yang terjatuh! Kemudian aku pun bangkit dan lengkaplah penderitaanku! Ya.. Pria yang susah payah ku temukan justru ikut menghilang bersama segerombolan gadis tadi. Dan aku pun hanya bisa menggenggam ponselku dengan erat dan menggerutu didalam hati. Aku pun segera berbalik arah dan menuju pintu keluar bandara. Setelah aku keluar dari bandara, Paman dan Sepupuku sudah menungguku di depan sebuah mobil berwarna merah. Aku pun segera berlari kearah mereka dan memeluk keduanya dengan erat.
***
“Kenapa kau tidak mengangkat ponselmu? Tadi sewaktu kau mandi Ibumu menelepon kemari dan mengeluh padaku! Katanya baru tiba disini beberapa jam saja kau sudah mulai melupakannya!” Ucap Bibiku sambil tersenyum.
“Ah..Ponselku rusak! Tadi waktu di bandara ada yang menabrakku.”
“Terus kau tidak meminta ganti rugi? Bukankah itu ponsel barumu?” tanya Sepupuku.
“Ah..Oenni!aku tidak ingin mengingat kejadian itu lagi!” ucapku sebal.
Kemudian Pamanku datang dengan tergopoh-gopoh dan wajah yang berseri-seri.
“Yoohee, kau pergilah ke penginapan dan bantu Ayah! Kita kedatangan Tamu dengan jumlah yang banyak!” ucap Pamanku, kemudian ia melihat kearahku “Jiyoung..kau istirahat dulu saja! Besok baru kau jalan-jalan dengan Yoohee, tidak apa-apa kan?”
“Aku ikut bantu ya?” tanya ku menawarkan diri.
“Tidak usah! Kau pasti capek, istirahatlah! Aku menyuruhmu kemari untuk bersenang-senang bukan untuk bekerja! Ok?” Ucap Pamanku, kemudian ia pun pergi bersama dengan Ajjuma dan Yoohee Oenni.
Aku mencoba menutup mataku dan membaringkan tubuhku, tapi aku tetap tak bisa tidur. Rasanya tidak enak ketika beristirahat disaat orang-orang sedang sibuk bekerja. Aku pun bangkit dan memakai Kimono yang diberikan Yoohee Oenni, setelah merapikan kimonoku aku pun keluar rumah dan menuju ke penginapan milik Paman yang tidak jauh dari rumah. Ah..memakai Kimono ini ternyata membuatku sulit bergerak! Aku yang terbiasa berjalan dengan langkah yang lebar tiba-tiba harus bersabar dengan langkah kaki yang kecil. Masih setengah perjalanan menuju ke Penginapan, aku pun sudah tidak bisa bersabar lagi. Aku menengok ke sekelilingku dan setelah memastikan bahwa tidak ada orang, aku pun segera mengangkat kimonoku hingga selutut kaki. Baru berjalan beberapa langkah, tiba-tiba aku melihat seorang pria yang jaraknya hanya beberapa meter dihadapanku. Aku dapat melihat bahwa ia berusaha menahan tawanya, aku pun segera menurunkan kimonoku dan berjalan seperti tidak ada apa-apa. Pria itu juga kemudian berpura-pura melihat ke sekelilingnya dan mengacuhkanku, karena malu akhirnya aku pun segera mempercepat langkahku dan..Bruk!! Aku malah tersungkur di tanah tepat satu meter di depan pria itu! Argh..aku tak dapat mengangkat wajahku!! Pasti dia sedang mentertawakanku!
“O...Ogenki deska?”tanya Pria itu sambil memegang lenganku.
Aku pun menengadah dan melihat wajahnya yang tampan, Pria itu tersenyum padaku.
Aku pun buru-buru bangkit dari tanah dan merapikan kimonoku. Ehm..Ogenki deska? Apa artinya ya?
“Ogenki deska?” tanya Pria itu sekali lagi.
Tu..tunggu! kenapa si Jepang ini nanya mulu sih? Aku kan harus memutar otakku dulu! Ehm..Ah iya! Ogenki deska itu..berarti dia menanyakan keadaanku ya? Ehm..berarti aku harus jawab Gwenchanayo.
“Watasi wa.. hai genki des”Ucapku.
Pria itu pun tersenyum dan tiba-tiba ekspresi wajahnya seperti teringat akan sesuatu,
“Cotto matene kudasai” Ucap Pria itu sambil berlari meninggalkanku.
Aku tidak mengerti ucapan pria itu, jadi aku hanya ber-“hai” ria. Namun dari gerakan tangannya sepertinya ia menyuruhku untuk menunggunya, tapi apa yang akan ia lakukan ya? Apa Dia ini pegawai penginapan ya? Tapi dia terlalu tampan untuk menjadi seorang pegawai,,, tapi memang ada kaitan antara wajah dengan jenis pekerjaan ya? Hehehe....bicara soal wajah tiba-tiba aku merasa wajah pria itu sangat familiar. Aku pernah melihatnya dimana ya? Sudahlah..ehm sekarang aku harus menunggu pria itu atau langsung menuju ke penginapan ya? Tapi aku kan tidak mengenalnya, lagipula aku tidak bisa bahasa jepang! Bisa-bisa aku mati kutu ketika ia mengajak ku berbicara. Ah.. Aku kabur saja deh.
***
Sesampainya di penginapan, Yoohee Oenni menatapku dengan pandangan heran.
“ Apa yang kau lakukan disini? Dan mengapa kimonomu kotor begitu?”
“Aku bosan dikamar jadi aku ingin membantu Oenni disini! Tapi ditengah jalan aku malah terjatuh” jawabku sambil tersenyum.
“Aigoo! Kau ini masih seperti anak-anak saja! Ayo cepat ganti kimonomu!” ucap Yoohee Oenni, Ia pun menyuruh salah satu pegawainya yang bernama Yumeko untuk memberikanku kimono ganti. Setelah mengganti kimono aku pun langsung mencari sepupuku itu.
“Kau bilang ingin membantuku kan? Ikuti aku dan bawa baki ini!” ucap Yoohee sambil menyodorkan satu baki berisi tiga mangkok ramen.
“Ne!” ucapku sambil mengambil alih baki itu.
Aku pun mengikuti langkah kaki Oenniku dan kami pun memasuki sebuah ruangan yang cukup luas.
“Wah..Teukie Hyung tidak ada nih! Berarti jatahnya untukku ya?” ucap seorang Pria yang badannya gemuk. Aku sangat kaget ketika turis itu berbicara dengan bahasa Korea.
“Aish!! Ini jatah untuk Teukie Hyung! Ia belum makan apapun sejak di pesawat!” ucap seorang pria yang tubuhnya mungil dan imut-imut.
“Ah..Wookie! kau ini perhatian sekali pada hyungmu yang satu itu!” ucap seorang wanita yang cantik dan manis yang dandanannya mirip seorang pria.
“ Ya! Kau kan ada aku!” goda seorang Pria yang pronounciation nya sangat lucu.
“Ah..Hankyung! kau bisa saja deh!” ucap wanita cantik itu sambil tersenyum.
Kemudian wanita itu mengambil seekor udang milik seorang pria yang berambut ikal.
“Heechul Hyung!! kembalikan udangku!!”
“Dasar Kyu pelit!”
Mwo? Hyung? Ah..ternyata dia laki-laki! Mengapa Laki-laki bisa secantik itu? Dia bahkan lebih cantik dariku!
“ Silahkan dinikmati...” Ucap Yeohee Oenni, ia pun segera menuju keluar ruangan dan aku tentu saja mengekornya. Aku menutup pintu geser itu dengan perlahan, dan aku terkejut ketika seorang pria berdiri di belakangku.
“Anata...” ucap Pria itu, ia pun menggaruk-garukan kepalanya “ Haish!! Bahasa Jepangnya ponsel apa ya?” ucapnya dengan bahasa Korea.
Aku pun tersenyum mendengar keluhannya.
“Aku bisa Bahasa Korea” ucapku
“Hah? Jadi kau bisa mengerti bahasa Korea ya? Baguslah kalau begitu!”ucap Pria itu, kemudian ia merogoh sesuatu di dalam kantung celananya. “Ponselmu tertukar dengan punyaku!” ucap Pria itu sambil menyerahkan sebuah ponsel padaku.
“Omo!! Jadi ini ponselku? Kau..Pria bermasker yang menabrakku di bandara?”
“Ne..Jadi kau tidak sadar kalau ponsel kita tertukar?”
“Ne..soalnya Hp itu rusak....”
“Mwo? Bisakah kau memberikannya padaku sekarang?” Pinta Pria itu.
Akupun mengangguk dan mengajaknya ke rumah Paman, aku menyuruhnya menunggu di teras depan. Aku pun segera ke kamarku dan mengambil ponsel yang kusimpan didalam tas.
“ Ini..” ucapku sambil menyerahkan ponsel itu. Pria itu mengambil ponselnya dan memeriksa ponsel itu, kemudian ia menyalakan ponselnya.
“Ponsel ini bukannya rusak, Tapi dia memang dinonaktifkan!” ucap Pria itu sambil tersenyum padaku.
“Ah..Kuraesso.” jawabku dengan kikuk, Ah betapa bodohnya aku..aku tidak mengeceknya dan langsung mengambil kesimpulan kalau ponsel itu rusak!
“Namaku Leeteuk! Namamu siapa?”
“Aku..Han Jiyoung.”
“Kau orang Korea? Pantas tadi kau terjatuh ketika memakai kimono!”
“Ne..aku kira kau juga orang Jepang! Makanya tadi aku kabur..hehehe”
“Sudah berapa lama tinggal di Jepang?”
“Ehm? Aku sedang liburan disini..aku tinggal di Korea kok..Kalian juga liburan disini?”
“Ya..sambil bekerja kami juga sekalian liburan disini..syuting mv mungkin hanya akan menghabiskan waktu selama dua atau tiga hari..dan sisanya kami akan bersenang-senang.”
“Syuting MV?”
“Iya..Untuk Lagu terbaru kami, kau.. tidak tahu Super Junior ya?”
“Ne?”
Aku mematung tak percaya dengan ucapannya, Di hadapanku kini duduk seorang member dari grup terpopuler di Korea. Super Junior! Sedikit demi sedikit aku pun mulai mengumpulkan ingatanku, ya..maklum selama setahun ini aku hanya memfokuskan diri untuk menghadapi ujian akhir SMA, jadi selama setahun itu aku jarang sekali menonton televisi. Aku pun memandang Pria itu sekali lagi..ya..dia adalah Leeteuk, orang yang berperan sebagai Leader Suju. Aku tidak tahu apa yang harus kulakukan, dan tiba-tiba saja darah segar mengalir dari hidungku.
“Jiyoung..gwenchana?” sahut Leeteuk dengan suara yang panik.
***
Kya!!! Aku terpukau ketika melihat lautan ungu dihadapanku, ya.. kini aku berada di tengah-tengah padang Lavender. Aargh wangi dari bunga-bunga ini semakin memanjakan hidungku. Aduh..berbicara tentang hidung, aku jadi ingat kejadian semalam. Pasti image ku sudah rusak dimata Leeteuk! Bagaimana tidak? Dalam satu hari saja aku sudah banyak menunjukkan sisi jelekku..mulai dari saat aku terjatuh, lalu bagaimana bodohnya aku karena mengira ponselnya rusak dan ternyata tidak cukup sampai disitu! Aku malah tidak menyadari kalau dia adalah anggota Superjunior dan setelah aku sadar, aku justru mimisan!
“ Hei! Apa yang sedang kau pikirkan?” tanya Leeteuk yang mengagetkanku.
“ Ah..aniyo…” ucapku terbata.
“Bagaimana dengan kesehatanmu? Tiba-tiba saja kau mimisan..aku jadi khawatir dan tidak tenang!”
“Ah..hanya mimisan saja kok, bukan masalah besar!”
“Baguslah!”
“Leeteuk-ssie, Jiyoung-ah! Ayo kita ke kedai es krim!” teriak Yoohee Oenni.
Kamipun segera menghampirinya, ehm… sebenarnya hari ini aku berencana jalan-jalan dengan Oenniku. Tapi karena di penginapan tidak ada pegawai yang bisa berbahasa Korea, akhirnya terpaksa Yoohee Oenni yang bertugas menjadi pemandu wisata bagi suju dan staff nya. Dan akhirnya aku pun ikut dalam rombongan superjunior untuk menikmati indahnya padang lavender di Kota Furano, Hokkaido. Setelah menikmati softcream lavender yang sangat lembut, kami pun mampir ke sebuah warung ramen. Dan setelah selesai makan siang, Para member Suju pun kembali melanjutkan syuting untuk MV terbaru mereka. Lalu apa yang harus ku lakukan sambil menunggu mereka? Hahaha jangan khawatir! aku punya tontonan yang sangat menghibur kok! Aku bisa duduk dengan tenang sambil menyaksikan ketigabelas member super junior berakting. Ya..menatap para cowok ganteng itu memang sama asyiknya dengan memandang bunga-bunga lavender yang tengah bermekaran di sekelilingku. Gyaaa aku tidak tahu berapa banyak wanita yang iri bila mendengar ceritaku ini..Ajjussie!! gomawo karena telah mengajakku berlibur di Hokkaido!^^
***
Hari ini kami akan menuju ke The Snow Crystal Museum, ya..sesuai dengan namanya museum ini merupakan museum mengenai sejarah terbentuknya salju. Yoohee Oenni mengajukan usul agar museum itu dijadikan salah satu lokasi syuting. Aku pun segera naik ke bus dan disana belum ada satu orang pun yang naik. Aku mengambil kursi di pojok paling belakang dekat jendela. Beberapa menit kemudian satu per satu member super junior pun masuk kedalam Bus.
“Annyeong Jiyoung!” Sapa Leeteuk yang langsung duduk di sebelahku
“ Haish!!! Hyung! Dari kemarin kau selalu saja menempel pada Jiyoung.. gantian dong!” ucap Eunhyuk sambil menarik-narik Leeteuk.
“Gyahaha siapa yang duluan dia yang dapat!” ucap Leeteuk sambil mengeluarkan tawa khasnya.
“Jiyoung kau tidak bosan terus bersama dengan ajjusie ini?” Ucap Kyuhyun yang duduk didepanku.
“Ne?..ahahaha” aku hanya tertawa mendengar pertanyaan Kyu, habis mau bagaimana lagi? Aku memang tidak bisa menjawab pertanyaannya, karena sejujurnya aku memang menyukai kedekatan antara aku dan Leeteuk. Diantara para member suju aku memang paling nyaman jika berada didekat Leeteuk, ya..secara dia telah melihat sisi diriku yang konyol jadi aku tidak perlu bersikap pura-para manis didepannya.
“Wuah...aku ngantuk!” ucap Leeteuk sambil menguap, ia pun menyenderkan kepalanya di bahuku dan memejamkan matanya. Aku menahan nafasku dan berusaha menjaga posisi dudukku. Aduh..si Ajjusie ini tidak tahu apa kalau aku sudah cukup deg-degan kalau ia duduk disampingku? Eh..dia justru dengan santainya menyenderkan kepalanya padaku!
Beberapa menit kemudian, Kami pun sampai di museum Es yang bangunannya mirip dengan kastil yang ada di Austria.
“Hei..disini ada altarnya!” Teriak Wookie.
“Wah..menikah disini bagus juga ya...apalagi pemandangannya bagus!” Ujar Leeteuk,
“Kau mau menikah disini, Jiyoung?” tanya Leeteuk tiba-tiba padaku.
Aku membelalakan mataku ketika Leeteuk bertanya padaku, rasanya seperti di lamar secara tiba-tiba. Heheheh ya mungkin aku memang berlebihan, tapi siapa juga yang tidak kaget dengan pertanyaan seperti itu?
“Hyung..kau seperti pedofil saja! Kau kan sudah tua! Masa kau mau mengajak Jiyoung menikah?” ucap Kyu dengan senyum evil nya.
“Kau menakuti anak kecil saja Hyung!” ucap Sungmin yang lalu mengajakku menjauhi Leeteuk.
“Ya!!! Kau bilang saja ingin mengambil Jiyoung dariku!! Pake alasan lagi!” teriak Leeteuk.
Kami pun berkeliling ke dalam museum dan kami pun masuk ke sebuah studio mini yang memutar sebuah video mengenai sejarah terbentuknya bunga salju, namun karena video itu diputar dalam bahasa Inggris akhirnya yang benar-benar menyaksikan video itu hanyalah Kibum dan Siwon sementara aku dan member lainnya malah asyik tertidur.
Senja pun datang, para member pun kemudian bersiap-siap untuk melakukan syuting. Ya syuting kali ini memang sengaja untuk mengambil pemandangan Kastil di sore hari. Dan memang terasa sekali nuansa romantisnya. Aku melihat kearah Teukie yang memakai tuksedo putih. Tampan..ah..sepertinya aku bakal mimisan lagi nih.
**
“ Ya!!! Tunggu aku!!!” teriak Tukie
“ Kami duluan ya!!! Nanti Hyung menyusul...” ucap Kangin
“Kalian tega meninggalkanku?”
“Ini sudah jam dua belas!!! Kalau kami menunggumu kita bisa-bisa baru bermain jam tiga!” teriak Heechul yang terus berjalan meninggalkan Leeteuk sendiri.
Aku yang baru saja keluar dari bus langsung menjadi incaran Leeteuk.
“Jiyong-ah!! Kau tunggu aku yah...hanya lima belas menit lagi kok...”
“tapi..”
“Haish!!! Masa kau juga tega meninggalkanku sich?”
Aku terdiam mendengar ucapan Leeteuk, ehm..padahal aku juga ingin bermain salju sekarang. Aku bisa mengerti perasaan para member yang tega meninggalkan leeteuk seorang diri disini. Mengapa? Karena kami sudah tiba di taman nasional Daisetsuzan Kurodake ini sejak jam tujuh pagi, dan sampai sekarang kami belum juga berkesempatan untuk bermain salju di atas puncak gunung di taman nasional yang terkenal dikalangan para penggemar ski ini.
“Jiyoung-ah...” panggil Teukie dengan wajah yang memelas.
“Baiklah,..kita pergi sama-sama” jawabku
“Gomawo” Teriak Teukie dan ia pun tertawa dengan tawa khasnya lagi dan bertingkah seperti seorang anak laki-laki yang baru dibelikan mainan.
Aku pun menyaksikan proses dari pengambilan adegan teakhir dari MV ini, Leeteuk yang kekanak-kanakan tiba-tiba berubah menjadi sesosok pria dewasa dengan senyum yang hangat, sedikit aneh bagiku melihatnya tersenyum seperti itu karena seingatku ia selalu tertawa dengan suaranya melengking yang menjadi ciri khasnya. Dan yang lebih aneh aku malah menyukai suara tawanya itu.
“Jiyoung ah...aku sudah selesai nih! Ayo kita susul para dungsaeng ku yang kejam itu!”
“Ok!”
Kami segera beranjak dari lokasi syuting dan langsung menuju ke sebuah loket untuk membeli tiket kereta gantung Sounkyo Kurodake Ropeway. Dari tepi kaca kereta ini, kami disuguhi dengan pemandangan yang sangat cantik.
“Wah...tinggi sekali” ucapku kagum ketika melihat pemandangan yang ada di bawah kami. “Leeteuk-ssie!!! Ayo lihat ini! Orang-orang itu terlihat seperti semut semua!! Ayo cepat!!!”
“Aniyo..aku mau disini saja!”
“Wae?” tanyaku heran, Leeteuk tidak menjawabku dan hanya duduk terdiam di tempatnya, aku pun berjalan mendekatinya dan hal itu menyebabkan Kereta gantung kami bergoyang. Aku pun berjalan oleng kearahnya,
“Kya...” Teriak Leeteuk sambil memegang kedua lenganku.
“Wae? Kenapa kau malah yang teriak?hahaha” tanyaku sambil tertawa
“Jangan bergerak Jiyoung.....” ucap Leeteuk,
“ Wae?” tanyaku, aku pun menguncangkan kakiku ke lantai dan bermaksud untuk menggodanya. Tiba-tiba Leeteuk menarikku ke dalam pelukannya.
“Lee...Leeteuk? le..lepaskan aku sekarang!”
“Shiro!!! Nanti kau pasti akan bergerak-gerak supaya kereta ini bergoyang!”
“Leeteuk-ssie..mianhae, aku tidak akan melakukan ini lagi..cepat lepaskan aku!!!”
“Shiro!!! Ini hukuman untukmu! Aku akan melepaskanmu kalau kita sudah sampai!”
“Tapi...”
“SSsst..sudah jangan berisik!” ucapnya sambil mempererat pelukannya.
Aku pun terdiam dan tak bergerak, saat ini aku sangat gugup dan jantungku seperti hendak meloncat keluar. Aku tidak tahu kapan kami akan sampai karena perjalanan ini menjadi terasa sangat lama, aku ingin segera membebaskan diriku dari harum tubuh pria ini, karena semakin lama aku menghirupnya semakin tak sadar aku dibuatnya. Buktinya tanpa sadar aku malah menyandarkan kepalaku di dadanya. Apakah saat ini jantungnya berdebar secepat debaran jantungku?
“Jiyeong-ah..kita sudah sampai.” Ucap Teukie ketika kereta gantung itu berhenti.
“Ne?”
“Kita sudah sampai.” Ucap Teuki sambil tersenyum
Aku melepaskan tanganku dari pinggangnya dan buru-buru keluar dari kereta itu dengan wajah semerah kepiting rebus. Setelah itu kami pun bergabung dengan member suju lainnya. Teukie bermain dengan semangat bersama para dungsaengnya, sementara yang kulakukan hanyalah berusaha menghindari Teukie. Aku sendiri tidak mengerti dengan tindakanku ini, yang jelas aku selalu merasa kalau wajahku akan berubah menjadi merah tiap kali ia melihatku dan rasanya sangat memalukan jika ia mengetahui keadaanku ini.
***
Kami baru sampai di penginapan Pamanku sekitar jam delapan malam dan setelah makan malam, para member dan staffnya langsung berpamitan untuk tidur lebih awal. Sepertinya tenaga mereka sudah terkuras karena kelelahan. Hanya aku yang masih terjaga hingga pukul sebelas malam. Aku pun keluar dari kamarku dan berjalan-jalan di luar rumah, aku melihat seorang pria sedang duduk di sebuah bangku taman yang masih berada di area penginapan. Aku mencoba memfokuskan mataku untuk melihat lebih jelas, dan ternyata orang itu adalah Leeteuk. Aku pun segera berbalik dan hendak kembali ke rumah.
“Jiyoung!” panggil Leeteuk
Aku pun membalikkan badan ku dan tersenyum kaku padanya. Leeteuk melambaikan tangannya dan menyuruhku duduk disampingnya. Aku pun melangkahkan kakiku dengan berat dan menuju ke arahnya.
“Kenapa?” tanya Leeteuk ketika aku duduk di sampingnya.
“Kenapa apa?” tanyaku bingung.
“Kenapa kau menghindariku?”
“Ne? A..aku tidak begitu..kapan aku menghindarimu?”
Leeteuk memicingkan matanya dan memandangku dengan pandangan yang siap memojokkanku,“Kau baru saja melakukannya tahu! Lagi pula kau memang menghindariku sejak kita turun dari kereta gantung!”
“a.aniyo!”
“Haish! Gothjimal!! Wae? Kau tidak menyukaiku ya?” Tanya Leeteuk, kali ini dengan tampang yang serius.
“Ahahhaaha..Leeteuk-ssie kau sepertinya sudah lelah! Sebaiknya kau istirahat saja!” jawabku, berusaha mengalihkan pembicaraan. Leeteuk hanya diam mendengar jawabanku dan ia tidak melepas pandangannya dari wajahku.
“Aku menyukai mu.” Ucap Leeteuk
Aku menoleh kaget kearahnya dan tiba-tiba ia mendekatkan wajahnya kearah ku dan ia pun mengecup lembut bibirku. Singkat. Ia pun melihat kearahku seolah hendak memastikan bahwa aku tidak keberatan dengan tindakannya, kemudian ia pun mendekatkan wajahnya lagi dan secara natural aku pun memejamkan kedua mataku, dan kami pun berciuman namun tiba-tiba saja ada kilatan cahaya. Leeteuk segera menarik diriku dan kami berlari menuju arah penginapan. Ekspresi leeteuk berubah menjadi pucat, ia segera menuju ke kamar manajernya.
“ Haish!!! Mengapa kau melakukan hal itu Teukie?” tanya Manajer itu dengan wajah kesal, “ apa mereka berhasil mengambil gambar kalian?”
“Aku tidak tahu..tapi sepertinya iya”
“Haish!!” teriak Manajer itu.
Para member pun keluar dari kamar mereka dengan wajah yang panik.
“Hyung..ada beberapa wartawan diluar!” ucap Kibum
“Kalian bereskan perlengkapan kalian! Besok pagi-pagi kita kembali ke Seoul!” ucap Manajer itu. Para member pun menuruti perintah manajer mereka dan segera kembali ke kamar masing-masing. Leeteuk menarik tanganku dan mengajaknya kedalam kamarnya.
“Apa yang terjadi?” tanyaku dengan perasaan yang cemas.
“Wartawan itu telah memotret kita..dan saat ini jalan yang terbaik adalah kembali ke Korea Secepat mungkin.”
Aku terdiam dan bingung dengan keadaan yang kami hadapi, Leeteuk menggenggam tanganku dan menatap kedua mataku.
“Kita akan berjumpa di Korea…aku pasti akan mencarimu disana..”
***
Gambar kami memang termuat di beberapa majalah dan Koran namun untungnya gambar itu tidak jelas sehingga berita tersebut tidak beredar lama, setelah berita itu benar-benar reda Superjunior pun meluncurkan album baru mereka. Sudah hampir enam bulan aku kembali ke Korea dan selama enam bulan ini aku tidak berhubungan dengannya maupun anggota lainnya. Sebenarnya sejak sebulan yang lalu aku telah pindah ke kota Seoul dengan harapan dapat menemuinya lagi dan saat ini untuk yang pertama kalinya, Aku menyaksikan secara langsung sosoknya yang tengah berdiri diatas panggung. Aku tidak tahu apakah ia menyadari keberadaanku atau tidak, yang jelas saat ini ia tampak bahagia bersama para dungsaengnya. Selama beberapa waktu ini aku mencoba untuk memandang situasi kami dari sudut pandangnya sebagai seorang artis yang digila-gilai oleh banyak orang, aku tahu bahwa cara yang paling aman adalah tidak menghubungiku untuk sementara waktu. Baiklah..Bukan karena aku ingin mengerti posisinya melainkan karena rasa takut, cemas dan gelisah yang memaksaku untuk berfikir seperti itu, namun semakin hari ketakutan itu semakin menyerang diriku hingga akhirnya aku memutuskan untuk tidak menaruh harapan yang terlalu tinggi. Aku akan menganggap bahwa pertemuanku dengannya adalah sebuah adegan manis yang harus aku lakoni dalam hidupku, namun aku selalu gagal untuk melupakannya, aku tak bisa melupakan senyumannya, aku tak bisa melupakan sentuhannya. Seperti saat ini..aku selalu menangis ketika mengingatnya. Acara pun berakhir dengan tepukan meriah dari para audience, hanya aku yang terdiam sambil meneteskan airmata. Para penonton pun memandangku dengan heran, aku pun segera menghapus airmataku. Aku pun segera berlari menuju toilet dan menangis sepuasnya, mulai hari ini aku harus bangun dari mimpiku..harus!
Aku pun membasuh wajahku dengan air dingin dan aku pun memakai kacamata untuk menyamarkan mataku yang sembab. Aku pun segera keluar dari toilet itu dan..
“Brukkk”
Aku menabrak seseorang, Hp ku terjatuh dan tergeletak di jalan,
“Mianhaeyo” ucap orang itu sambil menyerahkan Hp ku, kemudian ia pun lagsung pergi sebelum aku melihat wajahnya.
“Haish...” ucapku ketika aku melihat layar Hp ku yang mati, kemudian aku pun teringat kembali dengan kejadian yang dulu pernah kualami, kini aku pun memeriksa Hp itu. Dan ternyata Hp itu dinonaktifkan...
***
Aku terpaku diam ketika melihat wallpaper yang dipasang di Hp itu..ada gambar diriku yang sedang mengenakan Kimono Biru yang pernah kupakai waktu pertama kali aku sampai di Asahikawa.
Aku memandang Hp yang kini ada di genggamanku dan dengan ragu-ragu akupun segera menjawab panggilan masuk.
“Yeobseyo?” ucapku
“Kenapa baru dinyalakan? Ku kira kau pergi begitu saja!”
“Yeobseyo?” ucapku lagi...bulir hangat kembali menetes dari pelupuk mataku, aku tak tahu harus berkata apa, aku masih tidak percaya ketika mendengar suara orang ini.
“Mwo? Apa saat ini kau hanya bisa berkata yeobseyo?”ucapnya
“Yeobseyo.....”
“Haish...sedang menangis ya?”
Aku pun hanya menggelengkan kepalaku dan tak menjawab pertanyaannya,
“Hei!! jangan membohongiku..aku tahu saat ini kau tengah menangis!”
“A..aku tidak bohong..” ucapku, kemudian aku pun merasakan ada keganjilan dan aku pun segera membalikkan badanku dan aku melihat seorang Pria yang sedang menyenderkan tubuhnya di tembok sambil tersenyum padaku. Seketika itu juga aku tak mampu menahan diriku, aku tak mampu mengendalikan air mata yang terus mengalir. Leeteuk menghampiriku dan memelukku dengan erat, ia mengusap rambutku dan mengelus punggungku dengan lembut.
“Mianhae..aku berjanji akan mencarimu sesampainya di Korea, namun aku tak bisa melanggar peraturan dari manajemenku...jadi terpaksa aku menunda janjiku, aku tahu kau sudah pindah ke Seoul dan aku ingin menemuimu setelah acara ini..dan ternyata justru kau yang berusaha mencariku..mianhae..mianhae karena tak bisa menepati janjiku...” ucapnya sambil tetap memelukku.
“Kau...kau tidak berniat untuk melupakanku kan?” tanyaku
“Tentu saja tidak!! Mana mungkin aku bisa melupakanmu..kau adalah gadis manis yang telah menjadi bagian dari hatiku” ucap Leeteuk tersenyum
Aku pun menengadahkan wajahku dan tersenyum padanya, Leeteuk pun menghapus airmataku dan ia pun mendekatkan wajahnya.
“Klik”
Leeteuk pun menarikku ke dalam toilet wanita, di dalam toilet itu aku dan Leeteuk saling memandang dengan pandangan yang cemas.
“Hyung!!!! cepat keluar!!!kalau kau ada disitu nanti malah akan timbul berita yang lebih kacau!!”Ujar seseorang yang ada diluar
Leeteuk pun membuka pintu toilet dengan hati-hati.
“Haish!! Sialan kau Donghae!!! Kau menakutiku saja!” Ucap Leeteuk, kemudian ia pun menyuruhku keluar dari Toilet.
“Kalian ini selalu saja bermesraan di tempat umum..untung aku yang memotret kalian! Hehehe” ucap Donghae sambil tersenyum jahil.
“Dasar!! Hyung ini tidak ada kapoknya ya? nanti kalau ketangkap wartawan lagi..baru deh nangis-nangis ingin bertemu Jiyoung..” ucap Kyuhyun
“Aargh!!! Tutup mulutmu!” teriak Leeteuk
“Ya sudah kami tinggal dulu ya..nanti kalau kalian sudah puas bertemu, jangan lupa temui member suju yang lain..mereka pasti akan senang bertemu denganmu!” ucap Donghae.
Donghae dan Kyu pun meninggalkan kami berdua, Leeteuk pun memandangku.
“ Padahal aku ingin berduaan lebih lama denganmu, tapi benar apa yang dikatakan Kyu...kita tidak boleh tertangkap wartawan lagi.”
“ Jadi apa yang diucapkan Kyu itu benar? kau menangis karena ingin bertemu aku?” tanyaku
“Ayo..kita temui member yang lain” jawab Leeteuk yang berusaha mengalihkan pembicaraan, ia pun segera menggandeng tanganku.
“Kenapa kau menggandengku? Nanti kalau ketangkap wartawan gimana?” tanyaku panik
“Haish...masa menggandeng tangan pun tidak boleh? Ah..aku tidak peduli lagi dengan wartawan itu!” ucap Leeteuk, ia pun berbalik dan menghadapku, kemudian tanpa aba-aba ia pun menciumku.
Malam itu memang tidak di ketahui wartawan, tapi Leeteuk terpaksa harus mendengarkan ceramah selama tiga jam dari Manajernya yang tidak sengaja lewat ketika kami berciuman. Hehehe sepertinya lain kali kami memang harus lebih berhati-hati.^^


The End

Site Meter